PT MSM Perkuat Pengelolaan Sampah dan Lingkungan di Sumba Timur Melalui Program Green Action (Dok. Istimewa)
LingkariNews – Pemerintah Indonesia menetapkan status darurat sampah nasional sebagai respons atas semakin kompleksnya persoalan pengelolaan limbah di berbagai daerah. Data terbaru menunjukkan bahwa kemampuan pengelolaan sampah secara layak baru mencapai 24 persen, sementara timbulan sampah nasional diperkiran mencapai angka 143.824 ton per hari.
Kondisi tersebut menegaskan pentingnya penguatan kapasitas serta kolaborasi multipihak dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, termasuk di daerah dengan aktivitas masyarakat yang terus berkembang, seperti Kabupaten Sumba Timur.
Pemberian Kontainer Sampah Jadi Komitmen Lingkungan PT MSM
Sejalan dengan upaya tersebut, pemerintah daerah setempat menerima dukungan berupa satu unit kontainer pengangkut sampah yang diserahkan di Kantor Bupati Sumba Timur dan diterima langsung oleh Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, S. Kom., M.A.P.. Dukungan ini ditujukkan sebagai bentuk komitmen pengelolaan sampah dan mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari tumpukan limbah.
Managing Direction PT Muria Sumba Manis (MSM), Budi Hediana, menyampaikan bahwa bantuan kontainer pengangkut sampah ini merupakan bagian dari “Green Action”. PT MSM yang tergabung dalam Gabungan Produsen Gula Indonesia (Gapgindo), merupakan pabrik gula modern berbasis tebu di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, yang memiliki satu pilar dalam inistaitif CSR MSM: “Grow in Harmony”.
Pilar tersebut menjadi wadah komitmen perusahaan dalam mendukung pengelolaan lingkungan dan mewujudkan Kabupaten Sumba Timur yang lebih bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan.
“Lingkungan yang bersih bukan hanya soal fasilitas, tetapi tentang kualitas hidup. Melalui bantuan ini, MSM menunjukkan peran nyata dalam komitmennya untuk terus berkembang secara berkelanjutan dan berkontribusi positif bagi lingkungan dan masysrakat Sumba Timur,” katanya.
“Kami menyadari bahwa pengelolaan sampah yang baik adalah kunci kenyamanan dan kesehatan masyrakat. Dengan adanya kontainer ini, kami berharap dapat membantu Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumba Timur dalam mempercepat mobilitas pengangkutan sampah di titik-titik padat aktivitas,” sambungnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumba Tumur, Yonathan Hani, mengapresiasi dukungan tersebut karena dinilai selaras dengan kebutuhan di lapangan. Menurutnya, ketersediaan sarana pengumpulan dan pengangkutan sampah yang memadai menjadi semakin penting seiring meningkatnya aktivitas maryarakat, khususnya di wilayah Waingapu dan sekitarnya.
“Kami menyambut baik dukungan dari MSM ini. Dengan adanya tambahan sarana ini, Pemda Sumba Timur mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dimulai dari langkah kecil, demi masa depan Sumba Timur yang lebih hijau,” ungkaonya.
Sinergi Lintas Pihak dan Upaya Berkelanjutan
Kontainer pengakut sampah tersebut direncanakan ditempatkan di sejumlah titik strategis dan fasilitas publik yang membutuhkan penanganan sampah ekstra. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi potensi munculnya tumpukan sampah liar, memperlancar proses pengangkutan, serta mendorong kesadaran masyarakat untuk membuat sampah pada tempat yang telah disediakan.
Selain dukungan sarana, partisipasi dalam pengelolaan lingkungan juga dilakukan melalui berbagai program lain. Salah satunya kegiatan penanaman lebih dari 17.600 pohon di wilayah Sumba Timur, yang disertai dengan edukasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat upaya pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Sumba Timur.
(NY)
Sumber
https://timexkupang.fajar.co.id/2026/01/30/wujudkan-sumba-timur-bersih-pt-msm-serahkan-bantuan-kontainer-pengangkut-sampah/