Pakar UI Minta Rencana 200 Sumur Bor untuk Karhutla Tanjung Puting Dikaji

Kehutanan 15 Okt 2026 6 kali dibaca
Gambar Artikel Kebakaran Hutan dan Lahan | Foto: BNPB

LingkariNews – Pakar Kebijakan Publik Universitas Indonesia (UI), Lina Miftahul Jannah, menyampaikan pentingnya kajian dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dilansir dari Kompas.com, Lina merespons rencana Presiden Prabowo Subianto untuk membangun 200 titik sumur bor di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. 

Jumlah tersebut lebih banyak 150 titik dibandingkan usulan Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen Zainul Arifin, yang sebelumnya menyebut kebutuhan sebanyak 50 sumur bor. 

“Itu harusnya (penambahan) dikaji, kalau memang tadi sudah dihitung kebutuhannya 50 sumur,” kata Lina, Selasa (13/10/2026). 

Pengelolaan Sumur Bor Perlu Diperhitungkan

Menurut Lina, hal yang perlu diperhatikan bukan hanya jumlah sumur bor yang akan dibangun, tetapi juga pemeliharaan dan pengelolaannya setelah pembangunan selesai.

“Bukan masalah jumlah sumurnya, tapi kemudian saya pikir ini kan kebijakan yang kemudian juga harus dipikirkan nanti setelah sumur ini ada, siapa yang ngelola?” ujar Lina.

Selain pengelolaan sumur bor, Lina mendorong pemerintah mengkaji alternatif penanganan karhutla lainnya, seperti rekayasa jarak pemisah atau sekat api dan penyediaan sistem hidran.

Ia juga menyoroti penanganan bencana yang dinilai cenderung reaktif, yakni baru mendapat respons setelah masyarakat terdampak kabut asap selama berbulan-bulan.

“Kenapa baru setelah 3 bulan gitu, loh, baru dipikirkan atau hal-hal apa gitu. Dan itu menyebarkan kan bukan hanya di Kalimantan, di Sumatera udah lama juga,” tutur Lina.

Dana 2 Miliar Disiapkan untuk 200 Sumur Bor

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto, menyatakan akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk pembangunan sumur bor guna membantu pemadaman karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting.

Rencana itu muncul setelah Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen Zainul Arifin, menyampaikan kesulitan memasukkam mobil pemadam kebakaran ke lokasi kebakaran. Dikarenakan, Tanjung Puting berada di kawasan rawa. Hal itu menjadi kendala bagi akses kendaraan pemadam.

Zainul menyebut sumur bor sangat dibutuhkan untuk membantu memadamkan api di kawasan tersebut. Dalam rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin (12/10/2026), Prabowo, menyatakan anggaran Rp2 miliar akan digunakan untuk membangun 200 titik sumur bor dengan perkiraan biaya Rp10 juta per titik.

(NY)

Berita Terpopuler

1
Indonesia Penghasil Sampah Terbesar Ke-5 Dunia: Produksi dan Jenis-Jenisnya
2
Kepolisian Ungkap Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto, Kerugian Negara Ditaksir Capai Rp1 Triliun
3
Perkembangan Industri Gula Tahun 2020 hingga 2025
4
Cerita Sejarah, Fakta Menarik, dan Peran Ekologis Sungai Brantas
5
Penyebab Banjir dan Longsor di Sumatera: Bencana Alam atau Kerusakan Alam?

Grafik Harga Gula

Raw Sugar: -
-
White Sugar: -
-
White Sugar: -
-