Cerita Sejarah, Fakta Menarik, dan Peran Ekologis Sungai Brantas

Sungai 10 Okt 2026 149 kali dibaca
Gambar Artikel Sungai Brantas | Sumber foto: unair.ac.id

LingkariNews — Sungai Brantas merupakan sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa setelah Bengawan Solo. Membentang sepanjang 320 kilometer, sungai ini melintasi 17 kabupaten dan enam kota di Jawa Timur. Selain menjadi salah satu sungai ikonik di Indonesia, Brantas punya peran sebagai urat nadi peradaban dan perekonomian bagi jutaan warga Jawa Timur. Peran tersebut bahkan telah berlangsung sejak zaman kerajaan kuno.

Kisah Sejarah Sungai Brantas

Sejarah Brantas sangat erat kaitannya dengan perkembangan kerajaan, perdagangan, dan pertanian di Jawa Timur. Sejak abad ke-8, aliran Sungai Brantas mendukung pertumbuhan permukiman dan menjadi penghubung penting antara wilayah pedalaman dengan kawasan pesisir. Prasasti dan catatan sejarah menunjukkan bahwa sungai ini berperan dalam kehidupan masyarakat jauh sebelum era modern. 

Pada masa Kerajaan Kediri, Brantas berkembang sebagai jalur niaga yang ramai dilalui perahu pengangkut hasil bumi. Perannya berlanjut pada era Majapahit, ketika penyeberangan sungai menyokong mobilitas masyarakat dan perdagangan. Memasuki masa kolonial, pemerintah Hindia Belanda mengembangkan infrastruktur pengairan untuk mendukung pertanian sekaligus mengendalikan banjir. 

Setelah kemerdekaan, pembangunan bendungan memperluas fungsi Sungai Brantas untuk irigasi, pembangkit listrik, dan penyediaan air baku. Kini, Sungai Brantas berperan penting sebagai sumber air bagi rumah tangga, pertanian, dan industri, sekaligus penopang ekosistem serta perekonomian Jawa Timur.

Fakta-Fakta Menarik tentang Sungai Brantas

1. Sumber Air bagi Jutaan Penduduk

Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas mencakup area sekitar 12.070 km², setara dengan lebih dari sepertiga luas Jawa Timur. Kawasan ini menopang kebutuhan air bagi jutaan penduduk termasuk untuk irigasi pertanian, rumah tangga, dan kegiatan industri. Luas daerah alirannya membuat Brantas memiliki peran strategis bagi kehidupan dan perekonomian Jawa Timur.

2. Alirannya Mengitari Kawasan Pegunungan

Aliran Brantas membentuk lintasan melengkung yang mengitari kawasan pegunungan dan gunung api, salah satunya Gunung Kelud. Sungai ini mengalir melalui wilayah Malang dan Blitar, berbelok ke Kediri, kemudian menuju Mojokerto hingga kawasan Surabaya. Pola tersebut membentuk jaringan sungai yang menghubungkan berbagai wilayah di Jawa Timur.

3. Memiliki Dua Cabang Utama di Hilir

Di wilayah Mojokerto, aliran Sungai Brantas bercabang menjadi Kali Surabaya dan Kali Porong. Kedua aliran ini memiliki fungsi berbeda dalam jaringan perairan Jawa Timur dan bermuara di kawasan Selat Madura. 

4. Menghadapi Ancaman Pencemaran Limbah

Di balik manfaatnya, kualitas air Brantas menghadapi tekanan dari limbah domestik dan industri. Kementerian Lingkungan Hidup pada Agustus 2025 melaporkan temuan dugaan pelanggaran lingkungan pada lima perusahaan di wilayah DAS Brantas. Limbah yang masuk ke sungai dapat mengganggu ekosistem perairan dan mengancam kehidupan organisme di dalamnya. 

Arboretum Sumber Brantas, Titik Nol Sungai Brantas

Sekitar 18 kilometer di utara Alun-Alun Kota Batu, terletak sumber mata air yang menjadi Arboretum atau titik nol aliran Brantas. Lokasi tersebut merupakan titik awal aliran Sungai Brantas. Arboretum Sumber Brantas berada di ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut, tepatnya di lereng Gunung Arjuno-Welirang. Kawasan ini punya luas 12 hektare. Di sana, suasana terasa sunyi dan teduh. Hanya ada gemerisik dedaunan dan suara serangga hutan yang memecah keheningan. Pohon-pohon menjulang rapat dan menyaring cahaya matahari menjadi bias tipis di tanah. Hawa pegunungan terasa sejuk dan lembap.

Pada 1980-an, Arboretum Sumber Brantas punya debit air 12 liter per detik. Namun berkurangnya tutupan hutan dan alih fungsi lahan membuat debitnya turun menjadi 2,5 liter per detik hingga kini. Untuk menjaga kelestarian sumber mata air dan fungsi ekologisnya, kawasan ini kemudian ditetapkan sebagai wilayah konservasi yang dikelola Perum Jasa Tirta I (PJT I).

Peran Ekologis Arboretum Sumber Brantas

Selain menjadi sumber air yang menjamin Sungai Brantas terus mengalir, Arboretum Sumber Brantas punya peran ekologis yang sangat penting. Kawasan ini berfungsi sebagai daerah tangkapan air. Arboretum Sumber Brantas juga menjadi habitat bagi keanekaragaman flora dan fauna. 

Inventaris Indonesia Dragonfly Society dan Perum Jasa Tirta I pada 2018 mencatat, setidaknya ada 102 spesies pohon dan lima spesies anggrek. Temuan itu dimuat dalam buku 200+ Flora dan Fauna Arboretum Sumber Brantas. Kawasan ini juga menjadi rumah bagi 35 spesies burung, sebagian endemik Jawa, seperti cekakak jawa dan elang jawa. Ditemukan pula 52 spesies kupu-kupu dan delapan spesies capung. Dengan kekayaan itu, Arboretum Sungai Brantas menjadi kawasan penting yang menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menopang keberlangsungan kehidupan di sepanjang aliran sungai.

(KP/NY)

Berita Terpopuler

1
Indonesia Penghasil Sampah Terbesar Ke-5 Dunia: Produksi dan Jenis-Jenisnya
2
Kepolisian Ungkap Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto, Kerugian Negara Ditaksir Capai Rp1 Triliun
3
Perkembangan Industri Gula Tahun 2020 hingga 2025
4
Penyebab Banjir dan Longsor di Sumatera: Bencana Alam atau Kerusakan Alam?
5
Warga Sukatani Tolak Proyek Geotermal Gunung Gede Pangrango

Grafik Harga Gula

Raw Sugar: -
-
White Sugar: -
-
White Sugar: -
-