PT KTM dan PT RMI, Kirim Petani Tebu Mitra Berprestasi Studi Banding ke Mitr Phol Thailand

Gula 19 Feb 2026 482 kali dibaca
Gambar Artikel

LingkariNews – Sebanyak 60 petani tebu mitra PT Kebun Tebu Mas (KTM) dan PT Rejoso Manis Indo (RMI) mengikuti studi banding ke pabrik gula dan pusat riset milik perusahaan gula terbesar di Thailand, Mitr Phol Group, pada 3–6 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi petani dalam budidaya tebu modern, efisiensi produksi, serta pengelolaan kemitraan berbasis teknologi. 

Delegasi petani mitra KTM dan RMI berasal dari berbagai kabupaten di Pulau Jawa, antara lain Lamongan, Kediri, Blitra, Mojokerto, Jombang, Pasuruan, Lumajang, Tuban, Blora, dan Malang. Studi banding ini disponsori oleh Mitr Phol Group sebagai bentuk penguatan kerja sama dan transfer teknologi di sektor industri gula. 

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para petani mengunjungi Pabrik Gula Phukiao milik Mitr Phol Group yang berkapasitas 40.000 TCD (ton cane per day). Selain itu, rombongan juga berkunjung ke Kubota Farm serta Pusat Riset dan Pengembangan (Research & Development Division) Mitr Phol di Thailand. 

Melalui kunjungan ini, para petani memperoleh wawasan komprehensif mengenai: 

  • Pengelohan tanah menggunakan mesin pertanian modern 
  • Pengendalian hama dan penyakit tanaman tebu 
  • Penggunaan varietas tebu unggul
  • Proses penggilingan tebu berbasis teknologi modern
  • Sistem pengelolaan kemitraan pemasok tebu di Thailand 

Implementasi Konsep Modern Farm untuk Pulau Jawa

Salah satu fokus utama dalam studi banding ini adalah penerapan konsep Modern Farm, yakni teknologi budidaya tebu berbasis mekanisasi yang disesuaikan dengan kondisi lahan di Pulau Jawa. 

Menurut Padipat Namkhet, Sugarcane Director KTM dan RMI, teknologi ini relatif mudah diterapkan, mampu mengatasi keterbatasan tenaga kerja di sektor perkebunan, menekan biaya produksi, serta meningkatkan produktivitas tebu. Ke depan, teknologi tersebut diharapkan dapat diimplementasikan secara bertahap di pabrik gula wilayah Pulau Jawa guna mendukung daya saing industri gula nasional.

Komitmen Penguatan Industri Gula Nasional

Kegiatan studi banding ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas petani dalam menerapkan praktik budidaya tebu yang lebih efisien dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Melalui pembelajaran mengenai mekanisasi, pengelolaan lahan, serta sistem kemitraan yang terintegrasi, para petani memperoleh perspektif baru terkait pengelolaan usaha tani yang lebih terencana dan berkelanjutan. 

PT KTM dan RMI, sebagai anggota Gabungan Produsen Gula Indonesia, mendukung penguatan kompetensi petani mitra sebagai bagian dari pengembangan sektor pergulaan nasional. Diharapkan, pengalaman dan transfer pengetahuan yang diperoleh selama kunjungan ini dapat diadaptasi secara bertahap sesuai dengan kondisi agroklimat dan karakteristik lahan di Indonesia.

(NY)