Gambar: Ilustrasi Estuari (sumber : www.pexels.com )
LingkariNews — Lingkari Institute, lembaga riset independen dan konservasi lingkungan yang berfokus pada kajian pesisir, terlibat dalam penelitian ilmiah mengenai sedimentasi muara Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Penelitian ini dilakukan bersama peneliti Teknik Kelautan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan mengkaji pengaruh arus serta pasang surut terhadap dinamika sedimen di kawasan muara.
Muara Tanjung Carat merupakan wilayah pertemuan sistem sungai besar di Sumatera Selatan dengan perairan Selat Bangka. Kondisi ini menjadikan kawasan tersebut sebagai sistem yang dinamis, di mana sedimen terus bergerak, mengendap, dan tererosi secara alami.
Sedimentasi Muara Tanjung Carat Dipengaruhi Pasang Surut Diurnal
Hasil penelitian menunjukkan bahwa muara Tanjung Carat didominasi oleh pasang surut tipe diurnal, yaitu pola pasang surut yang dalam satu hari hanya terjadi satu kali pasang dan satu kali surut. Pola ini berbeda dengan pasang surut semidiurnal yang terjadi dua kali dalam sehari.
Dominasi pasang surut diurnal menyebabkan pergerakan arus menjadi tidak seimbang antara fase pasang dan surut. Kondisi tersebut memengaruhi cara sedimen berpindah dan terdistribusi di dalam muara.
Sedimentasi Capai 0,2 Meter per Tahun
Ketidakseimbangan arus pasang surut atau tidal asymmetry menjadi faktor utama yang menggerakkan sedimen. Sedimen cenderung mengendap di area dengan arus lemah dan berpindah di area dengan arus lebih kuat.
Berdasarkan analisis hasil pemodelan, kecepatan arus di kawasan ini berkisar antara 0 hingga 1,2 meter per detik. Di beberapa bagian muara Tanjung Carat, laju sedimentasi tercatat mencapai sekitar 0,2 meter per tahun, menunjukkan perubahan morfologi yang dapat terjadi dalam waktu relatif singkat.
Muara yang Terus Berubah
Penelitian ini menegaskan bahwa muara Tanjung Carat bukanlah sistem yang statis. Di balik permukaan air yang tampak tenang, terdapat proses fisik yang terus berlangsung dan membentuk ulang lanskap perairan.
Melalui kolaborasi antara Lingkari Institute dan peneliti Teknik Kelautan ITB, studi ini memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai bagaimana sedimentasi bekerja di muara tropis Indonesia, khususnya pada kawasan yang dipengaruhi pasang surut diurnal.
(AP/NY)
Sumber
https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/1464/1/012020