Siswa Hammu Lima Sumba kunjungi area pabrik PT MSM
LingkariNews – Puluhan siswa TK dan SD Hammu Lima Sumba mengunjungi area perkebunan dan pabrik gula PT Muria Sumba Manis (MSM) di Desa Wanga, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Jumat (22/08). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kegiatan field trip untuk mengenalkan siswa pada proses budidaya tebu hingga pengolahannya menjadi gula.
Dalam kunjungan tersebut, siswa melihat secara lagsung aktivitas di perkebunan dan pabrik. Mereka diperkenalkan pada sejumlah tahapan, mulai dari budidaya, pemanenan, hingga pengolaha tebu menjadi gula kristal putih.
Sekolah Hammu Lima Sumba yang berkolaborasi dengan BPK Penabung mengusung tagline “Berakar pada Nilai, Bertumbuh untuk Masa Depan”. Kegiatan field trip tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (meaningful learning), sekaligus memberi kesempatan kepada siswa untuk mengenal lingkugan perkebunan dan industri yang berada di sekitar mereka.
Mengenal Budidaya hingga Pengolahan Tebu
Selama kunjungan, siswa mendapatkan penjelasan mengenai kegiatan operasional perkebunan dan pabrik gula. Dengan pendampingan tenaga pendidik serta tim dari MSM, mereka melihat penggunaan mekanisasi pertanian melalui traktor, teknologi pengairan Sub-Surface Drip Irigation, serta proses penanaman dan pemanenan tebu.
Siwa kemudian diperkenalkan pada tahapan penggilingan tebu hingga penanganan produk gula kristal putih, Kegiatan tersebut memberik gambaran mengenai rangkaian proses yang dilalui tebu sebelum menjadi produk gula yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain proses produksi, siswa juga mendapat materi mengenai aspek lingkungan dalam kegiatan perkebunan dan industri. Salah satu materi yang diperkenalkan adalah kegiatan penghijauan di wilayah operasional perusahaan.
Perwakilan Manajemen PT MSM, Francois Tondong, menagatakan perusahaan terbuka terhadap kegiatan edukasi yang memberikan kesempatan bagi masyarakat, khususnya anak-anak, untuk mengenal kegiatan perkebunan dan industri secara langsung.
“Pintu perusahaan selalu terbuka untuk kegiatan edukasi masyarakat, khususnya anak-anak Sumba. Kami berharap pengalaman melihat langsung proses di perkebunan dan pabrik dapat membuka wawasan mereka bahwa teknologi dan industri dapat berjalan seiring dengan perhatiap terhadap lingkungan. Kami juga ingin terus mendukung pendidikan serta ikut memberikan kontribusi bagi pengembangan generasi muda di Sumba,” ujar Francois.
Pembelajaran di Luar Ruang Kelas
Kepala Sekolah Hammu Lima Sumba, Joko Tarigan, mengatakan kunjungan tersebut memberikan kesempatan bagi siswa untuk melihat secara langsung penerapan sains dan teknologi dalam proses produksi.
“Kunjungan edukasi ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi anak-anak kami. Belajar tidak harus selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Dengan melihat langsung proses dan teknologi di MSM, siswa dapat memahami bagaimana sains, teknologi, dan kerja keras diterapkan dalam menghasilkan produk yang mereka kenal dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap pengalaman ini dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan kebanggaan terhadap potensi yang ada di Sumba,” ujar Joko Tarigan.
Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap pengalaman belajar di lapangan dapat mendorong rasa ingin tahu, kemandirian, dan kreativitas siswa. Interaksi dengan lingkungan perkebunan dan industri juga diharapkan membantu siswa melihat keterkaitan antara ilmu pengetahuan yang dipelajari di sekolah dengan kehidupan sehari-hari.
PT Muria Sumba Manis merupakan perusahaan yang bergerak dalam pengembangan perkebunan tebu dan industri gula di wilayah Indonesia Timur. Perusahaan ini merupakan bagian dari Gabungan Produsen Gula Indonesia (GAPGINDO).
Dalam operasionalnya, PT MSM menyatakan menerapkan praktik perkebunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Perusahaan juga membawa semangat “Grow in Harmony” dalam pengembangan kegiatan perkebunan dalam pengolahan tebu di wilayah operasionalnya.
(NY)