Gunung Anak Krakatau Erupsi 20 Kali pada 17 Agustus 2026, Status Masih Siaga

Sains 18 Agus 2026 78 kali dibaca
Gambar Artikel Erupsi Gunung Anak Krakatau

LingkariNews – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, mengalami 20 kali erupsi pada 17 Agustus 2026. Aktivitas vulkanik gunung api tersebut masih berstatus Level III atau siaga.

Menurut laporan Antara, aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dipantau secara intensif untuk mengetahui perkembangan kondisi vulkaniknya. Pemantauan dilakukan melalui pengamatan visual dan instrumental selama 24 jam.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Masih Fluktuatif 

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno, mengatakan aktivitas gunung masih mengalami perubahan dan perlu dipantau secara berkelanjutan.

“Hari ini tidak ada. Tanggal 17 Agustus 2026 kemarin terjadi erupsi sebanyak 20 kali. Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih fluktuatif, sehingga pemantauan dilakukan selama 24 jam,” ujar Suwarno.

Hasil pemantauan juga masih menunjukkan adanya aktivitas kegempaan dan hembusan yang terekam melalui instrumen pemantauan. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.

Status Gunung Anak Krakatau Berada di Level III

Peningkatan aktivitas vulkanik pada awal Juli menjadi salah satu dasar Badan Geologi menaikkan status gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Meski aktivitas vulkanik masih berlangsung, kondisi tersebut tetap dapat dipantau dengan penerapan langkah mitigasi sesuai rekomendasi PVMBG.

Karena itu, masyarakat, wisatawan, dan nelayan diminta mematuhi batas aman yang telah ditetapkan otoritas vulkanologi. Pembatasan tersebut bertujuan mengurangi risiko akibat erupsi maupun lontaran material vulkanik.

“Gunung Anak Krakatau masih dalam status level III, nelayan dan wisatawan diminta untuk tidak mendekati dalam radius dua kilometer dari kawah, Gunung Anak Krakatau,” ujarnya.

Nelayan Diminta Pantau Informasi Resmi

Nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Selat Sunda juga diimbau untuk memperhatikan perkembangan terbaru mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kondisi cuaca sebelum melaut juga perlu menjadi pertimbangan.

Masyarakat diharapkan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau sebaiknya hanya merujuk pada keterangan resmi dari lembaga yang berwenang.

(NY)

Sumber 

https://bali.antaranews.com/amp/berita/411739/pvmbg-catat-gunung-anak-krakatau-20-kali-erupsi-pada-17-agustus-2026

Berita Terpopuler

1
Indonesia Penghasil Sampah Terbesar Ke-5 Dunia: Produksi dan Jenis-Jenisnya
2
Kepolisian Ungkap Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto, Kerugian Negara Ditaksir Capai Rp1 Triliun
3
Perkembangan Industri Gula Tahun 2020 hingga 2025
4
Penyebab Banjir dan Longsor di Sumatera: Bencana Alam atau Kerusakan Alam?
5
Warga Sukatani Tolak Proyek Geotermal Gunung Gede Pangrango

Grafik Harga Gula

Raw Sugar: -
-
White Sugar: -
-
White Sugar: -
-