LingkariNews — Bulan Agustus 2026 akan dihiasi sejumlah fenomena astronomi yang menarik untuk diamati. Sebagian fenomena ini bisa diamati langsung dari berbagai wilayah di Indonesia. Namun sebagian lainnya tidak dapat disaksikan dari langit Indonesia. Jika Anda menyukai fenomena langit semacam ini, berikut sejumlah peristiwa yang akan menghiasi Agustus 2026.
1. Puncak Hujan Meteor Perseid
Hujan meteor Perseid merupakan salah satu fenomena yang menarik sepanjang Agustus. Berasal dari serpihan Komet 109P/Swift-Tuttle, meteor ini punya karakteristik meluncur dengan cepat, terang, dan kerap meninggalkan jejak cahaya selama beberapa detik. Dalam kondisi ideal, sekitar 100-150 meteor dapat terlihat dengan mata telanjang.
Fenomena astronomi ini sebenarnya sudah berlangsung sejak tanggal 17 Juli. Namun, puncak fenomena meteor perseid ini jatuh pada Kamis, 13 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB. Karena puncaknya siang hari, waktu terbaik untuk mengamatinya dari Indonesia adalah tengah malam hingga menjelang fajar. Arahkan pandangan ke langit utara atau timur laut dari lokasi minim polusi cahaya.
2. Hujan Meteor Minor Kappa Cygnid
Hujan meteor Kappa Cygnid (κ-Cygnid) juga akan menghiasi langit Agustus. Berbeda dari Perseid, meteor Kappa Cygnid punya intensitas yang lebih rendah dan titik radiannya berada di sekitar konstelasi Cygnus.
Hujan meteor minor ini aktif 3-25 Agustus dengan puncak sekitar Selasa, 18 Agustus. Pengamatan dapat dimulai sekitar pukul 21.00 WIB. Namun, radiant yang rendah di horizon utara membuatnya sulit diamati dari Indonesia bagian selatan.
3. Purnama Sturgeon Moon
Purnama Sturgeon Moon merujuk pada Bulan purnama Agustus yang memiliki nama tradisional dari budaya Amerika Utara. Fenomena astronomi ini terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga seluruh sisi Bulan yang menghadap Bumi mendapat cahaya Matahari dan tampak bulat penuh.
Puncak dari purnama sturgeon moon berlangsung pada Jumat, 28 Agustus 2026 pukul 14.18 WIB. Karena terjadi pada siang hari, masyarakat Indonesia dapat mengamatinya pada malam 28 Agustus setelah Matahari terbenam.
4. Gerhana Bulan Sebagian
Jumat, 28 Agustus 2026, juga akan terjadi gerhana Bulan sebagian. Fenomena ini terjadi ketika sebagian piringan Bulan masuk ke dalam bayangan inti Bumi. Meski bukan gerhana total, peristiwa ini tetap menarik karena menyuguhkan perubahan bentuk piringan Bulan secara bertahap.
Namun, fenomena astronomi ini tidak dapat diamati dari Indonesia karena Bulan berada di bawah horizon. Fenomena ini hanya tampak di kawasan Amerika dan sebagian Samudra Pasifik.
5. Konjungsi Bulan dan Saturnus
Agustus 2026 ditutup dengan konjungsi Bulan dan Saturnus. Pada 31 Agustus nanti, keduanya hanya berjarak sudut sekitar 6 derajat di konstelasi Pisces. Peristiwa ini dapat diamati sejak awal malam hingga menjelang subuh. Dengan mata telanjang, Saturnus tampak seperti titik kekuningan di dekat Bulan. Namun jika Anda ingin melihat cincin Saturnus secara jelas, pengamatan dilakukan dengan menggunakan teleskop.
Tips Mengamati Fenomena Astronomi
Itulah deretan fenomena astronomi yang akan menghiasi langit sepanjang Agustus 2026. Meski sebagian fenomena diatas bisa diamati dengan mata telanjang, ada beberapa tips yang akan membuat pengamatan fenomena-fenomena tersebut lebih maksimal:
Dengan persiapan yang matang, setiap fenomena astronomi di atas bisa dinikmati dengan lebih aman dan nyaman.
(KP/NY)