PT MSM Perkuat Pendidikan Vokasi Berbasis Teknologi di Sumba Timur

Sains 08 Okt 2026 55 kali dibaca
Gambar Artikel PT Muria Sumba Manis (MSM) meresmikan Kelas Sumba Manis di SMK Negeri 2 Waingapu, pada Kamis (1/10).

LingkariNews — Demi mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Kabupaten Sumba Timur, PT Muria Sumba Manis (MSM) meresmikan Kelas Sumba Manis di SMK Negeri 2 Waingapu,pada Kamis (1/10). Fasilitas ini dilengkapi peralatan pembelajaran berbasis teknologi untuk mendukung keterampilan siswa agar lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Program tersebut merupakan bagian dari Pilar CSR EduAction dan tindak lanjut kerja sama MSM dengan SMKN 2 Waingapu yang telah dimulai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 17 Juni 2025.

Peresmian Kelas Sumba Manis ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali. Prosesi dilanjutkan dengan pemotongan pita bersama Wakil Bupati Sumba Timur, jajaran manajemen MSM, dan Kepala SMKN 2 Waingapu.

Fasilitas Pembelajaran Berbasis Teknologi

Melalui program ini, MSM modernisasi ruang kelas, workshop, dan ruang simulator untuk Jurusan Teknik Kendaraan Ringan. Fasilitas tersebut dilengkapi peralatan pembelajaran berteknologi modern untuk memperkuat pembelajaran berbasis praktik.

Dukungan juga diberikan kepada Jurusan Teknik Konstruksi dan Perumahan melalui penyediaan peralatan praktik. Guru dan siswa mendapatkan pendampingan serta pelatihan untuk memahami penggunaan peralatan sekaligus mengembangkan kompetensi yang mengikuti perkembangan teknologi.

Kerja sama ini juga mencakup penyesuaian kurikulum agar pembelajaran di sekolah semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Siswa pun mendapat kesempatan mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di lingkungan MSM sehingga dapat mengenal praktik kerja dan budaya industri secara langsung.

Pendidikan Vokasi dan Kebutuhan Industri

Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, mengatakan pendidikan vokasi memiliki peran dalam mempersiapkan siswa agar memiliki keterampilan yang dapat diterapkan setelah menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, penyediaan sarana sekolah perlu diikuti sistem pembelajaran yang mampu membekali siswa dengan keterampilan sesuai kebutuhan industri. Ia juga menyebut dukungan dunia usaha penting karena pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam penyediaan sarana dan prasarana pendidikan.

Kepala SMKN 2 Waingapu Nikodemus B. Umbu Pati, menilai dukungan yang diberikan MSM tidak hanya berkaitan dengan fasilitas, tetapi juga membantu meningkatkan kompetensi siswa melalui pembelajaran yang lebih efektif dan berbasis praktik.

Sementara itu, Managing Director PT MSM, Budi Hediana, mengatakan kolaborasi antara dunia usaha dan pendidikan perlu dibangun secara berkelanjutan agar memberikan manfaat bagi siswa dan masyarakat.

Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal sekaligus menjadi contoh kolaborasi yang dapat dikembangkan di sekolah lain.

“Kita berharap hal-hal seperti ini bisa bukan cuma di satu tempat, tapi di beberapa tempat,”ujarnya. 

(NY)

Berita Terpopuler

1
Indonesia Penghasil Sampah Terbesar Ke-5 Dunia: Produksi dan Jenis-Jenisnya
2
Kepolisian Ungkap Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto, Kerugian Negara Ditaksir Capai Rp1 Triliun
3
Perkembangan Industri Gula Tahun 2020 hingga 2025
4
Penyebab Banjir dan Longsor di Sumatera: Bencana Alam atau Kerusakan Alam?
5
Warga Sukatani Tolak Proyek Geotermal Gunung Gede Pangrango

Grafik Harga Gula

Raw Sugar: -
-
White Sugar: -
-
White Sugar: -
-