Peneliti Berhasil Mengembangkan Sunscreen Anak Ramah Lingkungan Berbahan Ekstrak Rambut Jagung

Teknologi & Inovasi 23 Mei 2026 18 kali dibaca
Gambar Artikel Sunscreen anak yang terbuat dari limbah rambut jagung

LingkariNews - Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Dr. Rosalina Ariesta Laeliocattleya, S.Si., M.Si, berhasil menciptakan sunscreen anak yang terbuat dari limbah rambut jagung. Inovasi ramah lingkungan ini diberi nama Hi-To-Go Sun Protector. Produk sunscreen ini diklaim mengandung SPF 50 PA++ yang efektif melindungi kulit dari paparan sinar UVA dan UVB, serta aman digunakan anak usia 4-14 tahun. 

Selain membantu melindungi kulit dari paparan sinar matahari, Hi-To-Go Sun Protector juga disebut mampu menjaga kelembapan kulit anak saat beraktivitas di luar ruangan.

Ide Pemanfaatan Limbah Rambut Jagung

Dr. Rosalina menjelaskan, ide awal sunscreen berbahan rambut jagung adalah untuk memanfaatkan limbah pertanian. Ia ingin mengubah bahan yang selama ini belum digunakan secara optimal, menjadi produk bernilai tambah. Setelah melalui riset, ditemukan ternyata rambut jagung memiliki potensi anti UV. Temuan tersebut kemudian dikembangkan hingga menjadi produk sunscreen anak yang ramah lingkungan. 

Selain mendukung aspek keberlanjutan, biaya produksi Hi-To-Go Sun Protector juga disebut relatif rendah. Hal ini karena proses produksinya memanfaatkan limbah jagung sebagai bahan utama. Dari sisi ekonomi, inovasi ini juga mampu memberi manfaat bagi petani lokal. Dr. Rosalina menjelaskan, ia mendapatkan bahan baku rambut jagung melalui kerja sama dengan petani lokal di sejumlah wilayah Pulau Jawa. Melalui kerja sama ini, para petani bisa mendapat pemasukan tambahan dari limbah rambut jagung yang sebelumnya tidak dimanfaatkan. Ia juga tidak menutup kemungkinan menjalin kolaborasi dengan industri lain untuk mengembagkan inovasi ini.

Siap Diproduksi Masal

Saat ini, Hi-To-Go Sun Protector sudah memasuki tahap produksi massal. Proses produksi dilakukan melalui kerja sama dengan PT Cedefindo. Dalam proses produksinya, ekstrak rambut jagung dicampur dengan bahan alami lain seperti minyak atsiri dan lavandula hybrida oil. Nantinya, Hi-To-Go Sun Protector akan dipasarkan sebagai salah satu produk merek BOUMI.

Dr. Rosalina menjelaskan, sunscreen ini dibuat dalam bentuk spray agar lebih mudah digunakan anak-anak. Produk Hi-To-Go Sun Protector juga dirancang dengan aroma alami bunga lavender supaya nyaman saat dipakai. Konsep tersebut dinilai mendukung pengembangan produk ramah lingkungan yang praktis dan aman digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Potensi Bahan Lokal Perlu Dikembangkan

Dr. Rosalina menuturkan, sebenarnya masih banyak bahan alami lainnya yang punya potensi anti UV. Beberapa bahan tersebut juga bisa dikombinasikan dengan bahan-bahan lain untuk meningkatkan efektivitasnya. Oleh karena itu, riset dan pengembangan perlu terus diperkuat agar semakin banyak inovasi berbasis bahan ramah lingkungan. Langkah ini juga dinilai dapat memperluas pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang bernilai tambah.

“Pada dasarnya, banyak bahan aktif pangan lokal yang kami kaji memiliki potensi anti UV, sehingga ke depan bisa dikembangkan lebih luas, termasuk dikombinasikan dengan bahan lain untuk meningkatkan efektivitasnya,” jelas Dr. Rosalina.

Selain untuk sunscreen, rambut jagung juga disebut masih memiliki potensi manfaat lain, salah satunya menjadi minuman herbal. Meski demikian, saat ini potensi pemanfaatan limbah rambut jagung sebagai bahan minuman kesehatan tersebut masih diteliti lebih lanjut.

(KP/NY)

 

Berita Terpopuler

1
Indonesia Penghasil Sampah Terbesar Ke-5 Dunia: Produksi dan Jenis-Jenisnya
2
Kepolisian Ungkap Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto, Kerugian Negara Ditaksir Capai Rp1 Triliun
3
Perkembangan Industri Gula Tahun 2020 hingga 2025
4
Penyebab Banjir dan Longsor di Sumatera: Bencana Alam atau Kerusakan Alam?
5
Indonesia Penyumbang Sampah Laut Terbesar Kedua Dunia

Grafik Harga Gula

Raw Sugar (sen/lb)
White Sugar (USD/ton)
White Sugar (sen/lb)