LingkariNews – Musim mudik Lebaran 2026 diprediksi akan memicu lonjakan sampah yang cukup besar. Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) memperkirakan total timbulan sampah selama periode mudik bisa mencapai 71.960 ton. Hal ini sejalan dengan tingginya mobilitas masyarakat yang diprediksi mencapai 143,91 juta orang berdasarkan survei Kementerian Perhubungan.
Lonjakan aktivitas di berbagai titik transportasi seperti terminal, stasiun, pelabuhan, hingga rest area berpotensi meningkatkan volume sampah, terutama sampah sekali pakai. Karena itu, pemerintah mendorong gerakan Mudik Minim Sampah agar perjalanan tetap nyaman sekaligus ramah lingkungan.
Lalu, bagaimana cara sederhana yang bia dilakukan pemudik? Berikut 3 tips mudah yang bisa diterapkan.
1. Bawa Tumbler untuk Kurangi Sampah Air Minum Dalam Kemasan
Salah satu sumber sampah terbesar saat mudik adalah botol air minum dalam kemasan (AMDK). Dengan membawa tumbler, pemudik bisa mengisi ulang air minum di berbagai tempat, seperti rest area atau stasiun.
Selain lebih hemat, langkah ini juga membantu mengurangi limbah plastik yang sulit terurai. Pastikan pemudik memilih tumbler yang praktis dan mudah dibawa selama perjalanan jauh.
2. Gunakan Wadah Pakai Ulang untuk Jajan
Mudik identik dengan jajan di perjalanan. Sayangnya, makanan yang dibeli sering kali diwadahi dengan kemasan sekali pakai seperti styrofoam atau plastik.
Untuk mengatasi hal ini, sebelum melakukan perjalanan pemudik bisa menyiapkan wadah pakai ulang dari rumah. Wadah ini bisa digunakan pada saat membeli makanan di rest area atau tempat singgah lainnya. Langkah kecil ini berdampak besar karena dapat membantu mengurangi jumlah sampah kemasan makanan yang biasanya langsung dibuang setelah digunakan.
3. Siapkan Tas Belanja untuk Oleh-Oleh
Saat pulang kampung, membeli oleh-oleh sudah menjadi tradisi. Namun, kantong plastik oleh-oleh sering kali menumpuk dan berakhir cepat menjadi sampah.
Dengan membawa tas belanja pakai ulang, pemudik bisa mengurangi penggunaan kantong plastik secara signifikan. Tas ini juga biasanya lebih kuat untuk membawa banyak barang.
Pentingnya Mudik Minim Sampah di 2026
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menyatakan bahwa pengelolaan sampah selama mudik tidak hanya soal pengangkutan, tetapi juga pemilahan sejak awal. Artinya, peran masyarakat sangat penting dalam menjaga keberhasilan lingkungan selama perjalanan.
Dalam hal ini, pemerintah juga turut mendorong pengelola fasilitas publik untuk menyediakan tempat sampah terpilah, melakukan pengangkutan rutin, dan memberikan edukasi kepada masyarakat.
Gerakan Mudik Minim Sampah diharapkan bisa membuat perjalanan tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Oleh karena itu, untuk menghadapi potensi lonjakan sampah di mudik Lebaran 2026, setiap individu bisa berkontribusi melalui langkah sederhana nan berdampak: Bawa tumbler, bawa wadah pakai ulang, dan bawa tas belanja pakai ulang.
(NY)
Sumber
https://www.metrotvnews.com/read/b2lC667e-mudik-2026-berpotensi-timbulkan-hampir-72-ribu-ton-sampah