Jelang Lebaran, Mobilitas Masyarakat Berpotensi Mempengaruhi Kualitas Udara

Kawasan Urban 18 Mar 2026 175 kali dibaca
Gambar Artikel

LingkariNews — Libur panjang Lebaran 2026 telah tiba. Pemerintah menetapkan masa libur berlangsung pada 18–24 Maret 2026. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, momentum libur panjang ini dimanfaatkan masyarakat untuk mudik ke kampung halaman. Per tanggal 17 Maret, sejumlah kendaraan terpantau mulai meninggalkan Jakarta. Namun, puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi pada 18 dan 19 Maret 2026.

Berdasarkan survei Menteri Perhubungan, jumlah pemudik pada libur Lebaran 2026 ini mencapai 143,9 juta orang. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi. Dudy menambahkan, mobil pribadi diprediksi menjadi moda transportasi utama pemudik dengan jumlah mencapai 76,24 juta orang, disusul sepeda motor dan bus.

Berpotensi Pengaruhi Kualitas Udara

Bagi pekerja yang merantau jauh keluar kota, libur Lebaran menjadi momen untuk kembali bertemu dengan sanak saudara di kampung halaman setelah lama tidak bertemu. Namun di balik kebahagiaan itu, tradisi mudik juga memunculkan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan. Lonjakan mobilitas masyarakat selama mudik Lebaran 2026 berpotensi meningkatkan tekanan terhadap kualitas udara di berbagai wilayah. Terlebih, banyak pemudik yang memilih menggunakan kendaraan pribadi.

Semakin banyak pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, maka semakin banyak jumlah kendaraan di jalan. Hal ini membuat konsumsi bahan bakar juga semakin besar. Pembakaran bahan bakar fosil tersebut menghasilkan emisi gas buang yang terakumulasi di udara. Di sisi lain, kepadatan lalu lintas memperpanjang waktu tempuh perjalanan. Akibatnya, kendaraan beroperasi lebih lama dan menghasilkan emisi yang lebih besar dibanding kondisi normal.

Pakar Sarankan Mudik dengan Angkutan Masal

Pakar Pengelolaan Lingkungan dan Pencemaran IPB University, Prof Hefni Effendi, menyarankan masyarakat untuk mempertimbangkan mudik dengan angkutan massal. Ia menilai banyaknya pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi berpotensi meningkatkan emisi gas rumah kaca. “Dengan meningkatnya penggunaan mobil dan motor pribadi, serta penambahan frekuensi kereta api, bus, dan penerbangan, emisi gas rumah kaca dan jejak karbon transportasi akan turut meningkat,” jelasnya.

Prof Hefni menambahkan, menggunakan angkutan umum massal untuk mudik dapat menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan. Ketika banyak pemudik yang menggunakan angkutan masal, maka jumlah kendaraan di jalan akan berkurang signifikan. Berkurangnya kepadatan kendaraan secara otoamtis akan mengurangi emisi gas buang yang dihasilkan. Dampaknya, potensi pencemaran udara dan gangguan kebisingan dapat diminimalkan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kualitas udara tetap terkendali selama periode mudik.

Mudik Bawa Dampak Positif bagi Udara Jakarta

Di balik meningkatnya kekhawatiran akan dampak polusi yang dihasilkan, tradisi mudik Lebaran justru membawa dampak positif bagi kota besar seperti Jakarta. Banyaknya pekerja di Jakarta yang pulang kampung membuat aktivitas dan mobilitas kendaraan turun. Hal ini membuat tekanan emisi menurun signifikan.

Dari tahun ketahun, kualitas udara di Jakarta tercatat membaik selama periode libur Lebaran. Hal ini terlihat dari turunnya konsentrasi PM2.5 secara signifikan. PM2.5 merupakan partikel polutan berukuran sangat kecil di udara yang dapat masuk ke paru-paru dan berdampak pada kesehatan. Turunnya konsentrasi PM2.5 menandakan kualitas udara yang lebih bersih dan aman untuk dihirup.

Pada tahun 2025 misalnya, data Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan rata-rata PM2.5 di Jakarta sebelum arus mudik berada di kisaran 30 mikrogram per meter kubik. Namun saat puncak mudik Lebaran pada 28 Maret 2025, tingkat PM2.5 di Jakarta turun menjadi sekitar 10 mikrogram per meter kubik. Kondisi ini bertahan hingga hari kedua Lebaran, seiring berkurangnya aktivitas kendaraan.

Namun, perbaikan kualitas udara di Jakarta tidak terjadi merata. Sejumlah kota tujuan mudik justru mengalami peningkatan polusi akibat lonjakan kendaraan. Pola sama juga terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

(KP/NY)

Sumber

https://presidenri.go.id/siaran-pers/pemerintah-siapkan-mudik-lebaran-2026-diperkirakan-1439-juta-orang-akan-bepergian/