Fenomena Langit Bulan Oktober yang Menarik Untuk Diamati

Sains 06 Okt 2026 51 kali dibaca
Gambar Artikel

LingkariNews — Bagi pecinta astronomi, ada sejumlah fenomena langit di bulan Oktober yang menarik untuk diamati. Kemunculannya tidak selalu berlangsung lama dan sebagian hanya dapat disaksikan pada waktu tertentu. Kondisi cuaca serta lokasi pengamatan juga dapat memengaruhi visibilitasnya. Karena itu, informasi mengenai waktu dan karakter setiap fenomena menjadi penting bagi masyarakat yang ingin menyaksikannya.

Berikut sejumlah fenomena astronomi bulan Oktober yang kayak dinanti diantaranya:

1. Hujan Meteor Draconids (7 Oktober)

Hujan meteor Draconids merupakan fenomena astronomi tahunan saat Bumi melewati jalur debu dan puing-puing Komet 21P/Giacobini-Zinner. Ketika partikel kecil itu memasuki atmosfer Bumi, gesekan membuatnya terbakar dan menghasilkan kilatan cahaya di langit malam. Fenomena langit ini mencapai puncak pada malam 7 Oktober. Intensitasnya tergolong rendah, sekitar 10 meteor per jam saat kondisi pengamatan mendukung.

Berbeda dari kebanyakan hujan meteor yang lebih ideal diamati menjelang pagi, Draconids justru dapat diamati sejak awal malam setelah langit cukup gelap. Pengamatan dapat dilakukan dari berbagai penjuru langit. Pilih lokasi terbuka yang jauh dari lampu kota dan polusi cahaya.

2. Bulan Baru (10 Oktober)

Pada 10 Oktober 2026 sekitar pukul 22.50 WIB, Bulan memasuki fase Bulan Baru. Saat fase ini berlangsung, Bulan berada di antara Bumi dan Matahari. Sisi Bulan yang menghadap Bumi tidak menerima pantulan cahaya Matahari. Akibatnya, Bulan hampir tidak terlihat dari Bumi dan langit malam menjadi jauh lebih gelap. Kondisi tersebut menjadi kesempatan untuk mengamati objek redup di luar tata surya yang sulit terlihat ketika Bulan Purnama seperti galaksi, nebula, gugus bintang, hingga Bima Sakti.

3. Merkurius Capai Elongasi Timur Terbesar (12 Oktober)

Merkurius merupakan planet yang berada sangat dekat dengan Matahari. Hal tersebut membuatnya sulit diamati karena cahaya Matahari jauh lebih terang. Pada 12 Oktober 2026, Merkurius mencapai elongasi timur terbesar dengan jarak sudut 19,6 derajat dari Matahari. Posisi tersebut membuat Merkurius berada relatif tinggi di atas cakrawala barat. Ini menjadi waktu terbaik untuk mengamati Merkurius.

Pengamatan fenomena langit ini dapat dilakukan sesaat setelah Matahari terbenam, ketika langit mulai gelap. Cari lokasi dengan pandangan terbuka ke arah barat. Hindari kawasan dengan gedung tinggi atau pepohonan yang dapat menghalangi pandangan.

4. Hujan Meteor Orionids (21 Oktober)

Hujan meteor Orionids terjadi ketika Bumi melintasi jalur debu dan puing-puing peninggalan Komet 1P/Halley. Nama Orionids berasal dari rasi Orion, karena meteor tampak muncul dari arah tersebut. Pada 2026, puncak hujan meteor Orionids berlangsung pada malam 21 Oktober hingga pagi 22 Oktober. Meteor memasuki atmosfer dengan kecepatan sekitar 66 kilometer per detik. Saat puncak, sekitar 20 meteor dapat terlihat setiap jam.

Waktu terbaik untuk amati fenomena langit ini adalah setelah Bulan terbenam pada tengah malam. Kondisi langit yang lebih gelap membantu meningkatkan peluang melihat meteor. Pengamatan dapat dilakukan tanpa alat khusus. Pilih tempat terbuka yang jauh dari polusi cahaya dan berikan pandangan luas ke langit.

5. Bulan Purnama (26 Oktober)

Pada 26 Oktober pukul 11.13 WIB, Bulan mencapai fase purnama. Pada fase ini, Bumi berada di antara Matahari dan Bulan. Posisi tersebut membuat sisi Bulan yang menghadap Bumi memperoleh penerangan penuh. Karena puncak Purnama terjadi pada siang hari di Indonesia, waktu terbaik mengamati fenomena langit ini adalah sejak sore menjelang malam pada 25 Oktober. Bulan akan terbit di ufuk timur dan tampak penuh sepanjang malam.

Itulah daftar fenomena langit bulan Oktober yang akan datang. Untuk pengamatan optimal, pilih lokasi gelap dan jauh dari polusi cahaya. Pastikan langit cerah dengan memeriksa prakiraan cuaca BMKG. Beri waktu sekitar 20 menit agar mata beradaptasi dengan gelap, dan hindari layar ponsel yang terlalu terang. Baca juga berita menarik lainnya seputar lingkungan, pertanian, dan kelautan hanya di LingkariNews.id.

(KP/NY)

Berita Terpopuler

1
Indonesia Penghasil Sampah Terbesar Ke-5 Dunia: Produksi dan Jenis-Jenisnya
2
Kepolisian Ungkap Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto, Kerugian Negara Ditaksir Capai Rp1 Triliun
3
Perkembangan Industri Gula Tahun 2020 hingga 2025
4
Penyebab Banjir dan Longsor di Sumatera: Bencana Alam atau Kerusakan Alam?
5
Warga Sukatani Tolak Proyek Geotermal Gunung Gede Pangrango

Grafik Harga Gula

Raw Sugar: -
-
White Sugar: -
-
White Sugar: -
-