BMKG Peringatkan Cuaca Esktrem, Awal Ramadan Berpotensi Hujan Lebat

Iklim 19 Feb 2026 18 kali dibaca
Gambar Artikel

LingkariNews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem pada 15–21 Februari 2026, periode yang bertepatan dengan awal Ramadan 1447 Hijriah.  

Dalam prakiraan terbarunya, BMKG menyebutkan bahwa selama sepekan ke depan terdapat peluang peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi atmosfer yang bergerak aktif mendorong pembentukan awan hujan, terutama di Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, serta wilayah utara Sulawesi. 

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa hasil analisis mutakhir menunjukkan penguatan Monsun Asia. Fenomena ini memicu dominasi aliran angin baratan yang mempercepat pertumbuhan awan konvektif di kawasan barat dan selatan Indonesia. 

Kondisi tersebut semakin diperkuat oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang tengah berada di fase Samudra Hindia, ditambah pengaruh gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby. Kombinasi ini memicu perlambatan serta belokan angin (konvergensi), khususnya di pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara. 

“Kombinasi faktor tersebut meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang, lebat, hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah sepanjang periode 15–21 Februari 2026,” kata Andri (15/2/2026), dikutip dari bmkg.go.id. 

Pada 15–16 februari, potensi cuaca ekstrem diperkirakan melanda Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, DK Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, Sulawesi Utara, Papua Pegunungan, dan Papua. 

Memasuki 17–18 Februari, risiko serupa masih berpotensi di Aceh, Sumatra Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banteng, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Timur, serta Sulawesi Utara. 

Sementara itu, pada 19 februari, wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Pegunungan. 

Adapun pada 20–21 Februari, potensi cuaca ekstrem diprakirakan masih berlanjut, terutama di Sumatra Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Pelaksana Harian Direktur Meterorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menekankan perlunya peningkatan kesiapsiagaan guna meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah. 

“Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan serta langkah mitigasi sesuai dengan tingkat risiko dan karakteristik kerentanan wilayah masing-masing,” ujar Ida. 

BMKG juga mengingatkan masyarakat, terutama yang di kawasan rawan bencana, agar tetap waspada tanpa panik serta menghindari aktivitas di area bersiko seperti bantaran sungai, lereng rawan longsor, dan daerah yang berpotensi banjir maupun genangan. 

Selain itu, pengguna transportasi, nelayan, operator pelayaran, dan penerbangan diminta selalu memantau informasi cuaca sebelum beraktivitas demi memastikan keselamatan perjalanan. 

(NY)