Viral Petani Tanam Cabai Menggunakan Paracetamol, Kementan Beri Penjelasan

Ekonomi Pertanian 03 Jul 2026 20 kali dibaca
Gambar Artikel tanaman cabai

LingkariNews — Beberapa waktu lalu, beredar sebuah video viral yang memperlihatkan cara budidaya tanaman cabai yang tidak biasa. Dalam video singkat tersebut, seorang petani cabai mengaku menggunakan paracetamol dan vitamin B kompleks dalam sebagai pengganti pupuk. Ia mengklaim, cara tersebut berhasil membuat tanaman cabainya tumbuh subur. Unggahan itupun dengan cepat menarik perhatian warganet.

Menyikapi video yang viral tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) mengimbau masyarakat agar tidak serta-merta mengikuti praktik tersebut. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Agung Sanusi, mengingatkan bahwa hingga kini belum ada penelitian yang membuktikan paracetamol mampu meningkatkan produktivitas tanaman cabai.

Karena itu, Agung mengajak petani cabai untuk menerapkan budidaya sesuai prinsip Good Agricultural Practices (GAP). Prinsip ini menekankan penggunaan pupuk, pestisida, serta zat pengatur tumbuh yang telah terdaftar, memenuhi ketentuan, dan terbukti efektif untuk mendukung pertumbuhan tanaman secara aman dan berkelanjutan.

Potensi Risiko Penggunaan Paracetamol pada Budidaya Cabai

Kementan menegaskan bahwa klaim bahwa paracetamol dapat menyuburkan tanaman cabai justru menyimpan berbagai potensi risiko. Pertama, obat yang diperuntukkan bagi manusia dapat meninggalkan residu senyawa farmasi di lingkungan. Jika digunakan berlebihan, residu tersebut berpotensi masuk ke rantai pangan.

Beberapa penelitian internasional telah membuktikan bahwa tanaman dapat menyerap paracetamol dari media tanam. Dalam kondisi tertentu, senyawa itu dapat terakumulasi pada jaringan tanaman. Jika hasil panen tersebut dikonsumsi secara terus-menerus, residu farmasi yang terakumulasi berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan keamanan pangan. Karena itu, petani cabai diimbau tidak asal ikut-ikutan praktik yang belum memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Kedua, penggunaan paracetamol juga berpotensi mengganggu keseimbangan mikroorganisme tanah. Mikroorganisme berperan penting dalam menguraikan bahan organik dan menjaga kesuburan tanah. Kehadiran senyawa farmasi dikhawatirkan mengubah komposisi mikroba yang bermanfaat. Dampaknya, proses dekomposisi bahan organik dan penyerapan hara oleh tanaman bisa ikut terhambat.

Ketiga, praktik ini berpotensi membentuk persepsi yang keliru di masyarakat. Obat manusia seolah dapat menggantikan pupuk, pestisida, atau zat pengatur tumbuh dalam budidaya tanaman. Padahal, hingga kini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan efektivitasnya. Karena itu, Agung menghimbau agar praktik semacam ini tidak dipopulerkan sebelum ada penelitian yang memadai.

Masyarakat khususnya petani cabai, diharapkan lebih selektif menyaring informasi pertanian dari sumber yang tidak kredibel. Agung juga menegaskan bahwa Kementan tidak merekomendasikan penggunaan paracetamol dalam pertanian.

LB petani gunakan paracetamol

Agung menduga penggunaan paracetamol pada tanaman cabai muncul sebagai upaya mencari alternatif pupuk yang lebih murah. Dugaan ini didasari narasi dalam video viral tersebut, di mana petani cabai mengaku terpaksa menggunakan paracetamol karena harga pupuk kian mahal.

Dalam beberapa bulan terakhir, harga pupuk nonsubsidi memang mengalami kenaikan yang cukup signifikan di sejumlah daerah. Kenaikan ini disebut-sebut dipicu oleh pelemahan kurs rupiah terhadap dolar, mengingat sebagian bahan baku pupuk masih bergantung pada impor.

Meski disebut sebagai alternatif yang lebih murah, Agung menilai penggunaan paracetamol dan vitamin B sebagai pengganti pupuk justru berpotensi meningkatkan biaya budidaya. Alasannya karena hingga kini belum ada riset yang membuktikan efektivitasnya. Jika hasilnya tidak terbukti, biaya pembelian obat menjadi pengeluaran tambahan yang tidak perlu bagi petani cabai.

Terkait harga pupuk yang masih fluktuatif, Kementan terus berupaya menjaga pasokan tetap tersedia dan harganya lebih terjangkau. Langkah yang ditempuh meliputi koordinasi dengan produsen, distributor, serta pemerintah daerah. Upaya tersebut dilakukan agar kebutuhan pupuk bagi petani dapat terpenuhi sesuai musim tanam.

(KP/NY)

Berita Terpopuler

1
Indonesia Penghasil Sampah Terbesar Ke-5 Dunia: Produksi dan Jenis-Jenisnya
2
Kepolisian Ungkap Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto, Kerugian Negara Ditaksir Capai Rp1 Triliun
3
Perkembangan Industri Gula Tahun 2020 hingga 2025
4
Penyebab Banjir dan Longsor di Sumatera: Bencana Alam atau Kerusakan Alam?
5
Indonesia Penyumbang Sampah Laut Terbesar Kedua Dunia

Grafik Harga Gula

Raw Sugar: -
-
White Sugar: -
-
White Sugar: -
-