Sungai Kapuas mengering | Foto (Instagram/atr.drone)
LingkariNews – Sungai Kapuas merupakan sungai terpanjang di Indonesia yang mengalir di Kalimantan Barat. Namun, kemarau panjang membuat debit air sungai ini menyusut drastis hingga sejumlah bagian dasar sungai muncul ke permukaan dan membentuk hamparan pasir luas.
Fenomena Sungai Kapuas mengering tersebut menjadi perhatian warga di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Hamparan pasir yang muncul akibat surutnya air bahkan menyerupai kawasan pantai.
Kondisi tersebut kemudian dimanfaatkan warga sebagai tempat rekreasi. Sejumlah warga datang untuk menikmati fenomena hamparan pasir yang muncul akibat surutnya Sungai Kapuas.
Sungai Terpanjang di Indonesia
Sungai Kapuas mengalir di Provinsi Kalimantan Barat dengan panjang sekitar 1.086 kilometer menurut Kementerian PUPR. Sementara itu, data Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mencatat panjang sungai tersebut mencapai 1.143 kilometer.
Sungai Kapuas memiliki kedalaman rata-rata 20–30 kaki dan dapat mencapai lebih dari 30 kaki saat musim hujan. Daerah aliran sungainya memiliki luas sekitar 100.284,04 kilometer persegi.
Aliran Sungai Kapuas melintasi sejumlah wilayah, mulai dari Kapuas Hulu, Sintang Melawi, Sekadau, Sanggau, Landak, Kubu Raya, Kayong Utara, hingga Kota Pontianak sebelum bermuara di kawasan pesisir Kalimantan Barat.
Kemarau Panjang Tekan Debit Sungai
Surutnya Sungai Kapuas berkaitan dengan kondisi kemarau panjang dan minimnya curah hujan dalam beberapa pekan.
Periode tanpa hujan yang panjang menyebabkan pasokan air permukaan berkurang. Kondisi tersebut pada akhirnya turut menekan debit sungai.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada Agustus. Musim kemarau tahun ini diprediksi masih berlangsung hingga November 2026.
BMKG memprediksi musim kemarau berlangsung selama 10–21 dasarian di 388 Zona Musim (ZOM) yang mencakup sekitar 47,75 persen luas daratan Indonesia.
Jika dibandingkan dengan kondisi normal, durasi musim kemarau diperkirakan lebih panjang di 437 ZOM atau sekitar 48,77 persen luas daratan Indonesia.
Kondisi tersebut dapat memperpanjang tekanan terhadap ketersediaan air di wilayah yang mengalami minim hujan. Musim kemarau di Indonesia tahun ini diprediksi baru mulai berakhir pada November 2026.
(NY)