Sering Dikira Buah Impor, Pepaya California Ternyata Asli Bogor

Inovasi Pertanian 17 Jul 2026 15 kali dibaca
Gambar Artikel Dr. Ir. Sriani Sujiprihari, M.S. pengembang pemuliaan pepaya California | Sumber dok: IPB

LingkariNews – Banyak orang mengira pepaya California berasal dari negara bagian California, Amerika Serikat. Anggapan ini cukup wajar mengingat namanya identik dengan salah satu wilayah di Negeri Paman Sam. 

Padahal, asal pepaya California bukanlah dari Amerika, melainkan dari Bogor, Indonesia. Di balik namanya yang terdengar seperti buah impor, pepaya ini merupakan varietas unggul hasil penelitian anak bangsa yang kini menjadi salah satu jenis pepaya paling banyak dibudidayakan di Indonesia.

Asal Pepaya California, Bukan dari Amerika

Meski lebih dikenal dengan nama pepaya California, nama asli varietas ini adalah Pepaya Callina atau IPB-9.

Mengutip laman lembaga Institut Pertanian Bogor (IPB) University, pepaya Callina merupakan varietas hasil pemuliaan yang dikembangkan oleh Dr. Ir. Sriani Sujiprihari, M.S. bersama tim dari Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB University.

Nama Callina sendiri merupakan gabungan dari kata California dan Indonesia. Namun, dalam perjalanannya, para distributor lebih sering menggunakan nama Pepaya California agar terdengar lebih menarik di pasaran. Sejak saat itu, nama tersebut lebih popular dibandingkan nama aslinya.

Pepaya California, Inovasi Hortikultura Asli Indonesia

Di balik popularitasnya, pepaya California lahir melalui proses penelitian yang tidak singkat.

Benih awal varietas ini berasal dari pohon pepaya milik seorang petani di Bogor bernama Pak Okim. Saat itu, produktivitas dan kualitas buah dari tanaman tersebut mulai menurun sehingga menarik perhatian tim peneliti IPB University untuk melakukan proses pemuliaan.

Penelitian berlangsung selama sekitar tujuh tahun untuk memperoleh varietas dengan kualitas buah yang lebih baik sekaligus produktivitas yang tinggi. Hasilnya adalah pepaya Callina, varietas baru yang diperkenalkan kepada publik pada tahun 2010.

Keberhasilan pengembangan pepaya Callina menjadi salah satu contoh inovasi hortikultura Indonesia yang mampu menghasilkan varietas unggul dengan daya saing tinggi. Varietas ini bahkan diharapkan dapat mendukung pengembangan komoditas buah tropis Indonesia hingga pasar ekspor.

Diminati Pasar, Disukai Petani

Salah satu alasan pepaya varietas California cepat diterima pasar adalah karakteristik buahnya yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Ukurannya relatif sedang, dengan bobot sekitar 0,8 hingga 1,5 kilogram per buah. Ukuran tersebut dinilai lebih praktis untuk dikonsumsi sehari-hari dibandingkan pepaya berukuran besar.

Selain itu, pepaya tersebut memiliki sejumlah keunggulan, yakni daging buah yang tebal dan lembut, rasa manis dengan tekstur tidak mudah lembek, kulit buah tebal sehingga lebih awet selama penyimpanan, serta aroma pepaya yang tidak terlalu menyengat.

Karakteristik tersebut membuat pepaya California banyak dijual di pasar modern maupun supermarket. Bahkan, buah ini telah dipasarkan ke beberapa negara, seperti Malaysia dan Singapura.

Tidak hanya diminati konsumen, pepaya asal Bogor ini juga menjadi salah satu varietas favorit petani.

Tanaman ini memiliki batang yang relatif pendek, umumnya hanya mencapai sekitar 1,5–2 meter, sehingga proses perawatan dan panen menjadi lebih mudah. Pepaya California juga tergolong cepat berbuah. Dalam kondisi budidaya yang baik, tanaman sudah dapat dipanen pada usia sekitar 8–9 bulan setelah tanam.

Setelah memasuki masa produksi, tanaman dapat dipanen hingga empat kali dalam sebulan. Setiap pohon mampu menghasilkan sekitar dua hingga tiga buah dalam satu kali panen dan tetap produktif hingga sekitar empat tahun.

Selain itu, varietas pepaya ini memiliki kemampuan beradaptasi yang baik sehingga dapat dibudidayakan di berbagai daerah di Indonesia.

Popularitas pepaya California membuktikan bahwa varietas buah hasil penelitian dalam negeri mampu bersaing di pasar. Karena kualitas buahnya, produktivitas, serta kemudahan budidayanya, varietas ini kini menjadi salah satu pepaya unggulan yang banyak ditanam petani dan diminati masyarakat.

Ke depan, pengembangan varietas seperti pepaya Callina diharapkan dapat semakin memperkuat daya saing buah tropis Indonesia, baik di pasar domestik maupun internasional.

(NY)  

Sumber 

https://www.alumniipbpedia.id/post/pepaya-california-kualitas-buah-tenar-asli-indonesia

https://dppp.pontianak.go.id/produk-unggulan-detil/5-pepaya-california.html

Berita Terpopuler

1
Indonesia Penghasil Sampah Terbesar Ke-5 Dunia: Produksi dan Jenis-Jenisnya
2
Kepolisian Ungkap Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto, Kerugian Negara Ditaksir Capai Rp1 Triliun
3
Perkembangan Industri Gula Tahun 2020 hingga 2025
4
Penyebab Banjir dan Longsor di Sumatera: Bencana Alam atau Kerusakan Alam?
5
Indonesia Penyumbang Sampah Laut Terbesar Kedua Dunia

Grafik Harga Gula

Raw Sugar: -
-
White Sugar: -
-
White Sugar: -
-