Pemerintah Tambah 100 Ribu Hektare Perkebunan Tebu Baru, Jawa Timur Jadi Pusat Pengembangan

Gula 02 Jan 2026 141 kali dibaca
Gambar Artikel Rapat koordinasi Gubernur Khofifah dan Mentan Amran | Sumber: JatimPos.co

LingkariNews  Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan rencana pemerintah untuk membuka 100.000 hektare perkebunan tebu baru pada tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari program nasional untuk memperkuat produksi gula dalam negeri lewat percepatan pengembangan sektor hilir. Program ini akan dimulai pada akhir tahun 2025 ini dan ditargetkan rampung pada 2026. Lebih detail, Mentan Amran menjelaskan bahwa masa tanam akan dilakukan bertahap sejak Januari hingga Maret 2026. 

Sementara itu, anggaran yang dibutuhkan untuk menjalankan program pembukaan perkebunan tebu baru diperkirakan mencapai Rp1,6 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk mekanisasi pertanian, termasuk pengadaan 120 hingga 200 unit traktor.

Jawa Timur Diproyeksikan Jadi Sentra Utama Tebu Nasional

Pembukaan lahan tebu baru rencananya akan berpusat di Jawa Timur, dimana sekitar 70.000 hektare lahan akan dikembangkan disana. Sementara sisanya akan tersebar di Lampung, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Jawa Tengah.

Dipilihnya Jawa Timur dipilih sebagai pusat pengembangan lahan tebu dikarenakan ketersediaan lahan yang masih luas dan potensinya yang sudah terbukti. Hingga kini, Jawa Timur telah menyumbang sekitar 50 persen total perkebunan tebu nasional. Selain itu, Jawa Timur masih memiliki cadangan lahan sekitar 68.000 hektare. Angka tersebut jauh melampaui kebutuhan awal yang diperkirakan hanya seluas 35.000 hektare. 

Mentan Amran juga menilai bahwa Jawa Timur memiliki pengalaman panjang dalam budidaya tebu. Tenaga kerja terampil dan infrastruktur pendukung telah terbentuk selama puluhan tahun. Modal ini menurut Amran membuat Jawa Timur siap memikul peran sentral dalam penguatan perkebunan tebu nasional. 

Namun untuk memastikan program berjalan lancar, Mentan Amran meminta dukungan dari berbagai pihak termasuk Tentara Nasional Indonesia, kepolisian, dan Kejaksaan Agung. Dukungan lintas lembaga dinilai penting guna menjaga kepastian hukum dan stabilitas pelaksanaan di lapangan.

Kunci Swasembada Gula Nasional

Mentan Amran mengatakan bahwa keberhasilan perluasan lahan tebu pada tahun 2026 akan menentukan arah swasembada gula nasional. Jika upaya perluasan lahan tebu berhasil, Ia memproyeksikan produksi gula dapat naik dari sekitar 2,68 juta ton menjadi mendekati 3 juta ton pada tahun 2026. Lonjakan tersebut dinilai penting untuk memperkuat industri gula nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Peningkatan produksi gula nasional juga diperkirakan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor gula yang selama ini membebani neraca perdagangan. Dalam dua tahun terakhir saja, nilai impor gula Indonesia tercatat hampir menyentuh Rp100 triliun. 

Namun, Mentan Amran mengingatkan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada pembukaan perkebunan tebu baru di Jawa Timur. “Kalau Jawa Timur berhasil, nasional insyaallah tahun depan stop impor gula putih,” tegas Amran.

Khofifah Sampaikan Jawa Timur Siap Dukung Program Nasional

Menanggapi rencana Menteri Pertanian menjadikan Jawa Timur sebagai pusat perluasan perkebunan tebu nasional, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyatakan kesiapannya. Ia menegaskan Jawa Timur siap memberikan dukungan penuh, baik dalam penyediaan lahan maupun integrasi program hilirisasi dengan kultur pertanian dan peternakan masyarakat setempat.

Untuk mensukseskan rencana ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Forkopimda melakukan koordinasi intensif dengan para bupati dan wali kota. Menurut Khofifah, program hilirisasi akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan diminta membangun persepsi dan langkah yang sama. 

Meski demikian, Khofifah mengingatkan agar konversi lahan ke perkebunan tebu harus dilakukan secara selektif agar tidak mengganggu swasembada komoditas lain yang telah tercapai.

(KP/NY)