Pasokan Gula Global Melimpah Diprediksi Tekan Harga Gula Dunia 2026

Gula 19 Jan 2026 144 kali dibaca
Gambar Artikel Kenaikan pasokan gula global tekan harga gula dunia 2026

LingkariNews – Kenaikan pasokan gula global diprediksi akan menekan harga gula dunia sepanjang 2026. Pertumbuhan produksi tersebut diperkirakan tidak dibarengi oleh kenaikan konsumsi, sehingga stok gula akan stabil di level lebih tinggi dibanding tahun lalu. 

Dalam laporam Sugar Industry Outlook 2026-2028, Krungsri Research menyampaikan produksi gula dunia diperkirakan akan meningkat pada 2026, didorong kondisi cuaca yang membaik di negara-negara penghasil gula utama. Brasil dan India diprediksikan tetap menjadi kontributor utama gula global, disusul Thailand dan beberapa negara penghasil lain. 

Mengutip perhitungan USDA, Krungsri menyebut produksi gula global akan tumbuh 4,7% atau sebesar 189,3 juta ton pada 2026. Pertumbuhan produksi tersebut didorong oleh beberapa faktor seperti kondisi cuaca yang lebih baik, dan stok sejak tahun lalu yang cukup stabil. 

Di sisi lain, meski produk naik, Krungsri memprediksi permintaan gula dunia pada tahun ini akan cenderung terbatas. Selain karena stok dari tahun lalu masih cukup banyak, pengenaan tarif Trump dan pelemahan daya beli turut melemahkan permintaan gula. 

Kondisi tersebut diyakini akan melemahkan harga gula mentah di pasar internasional pada 2026 dengan rata-rata sekitar USD363-370 per ton, dibandingkan tahun lalu sebesar rata-rata USD384 per ton. Meski demikian, laporan tersebut juga menyoroti bahwa dinamika harga gula tetap dipengaruhi berbagai faktor lain, termasuk kebijakan perdagangan, biaya produksi, serta perkembangan cuaca global. Dalam jangka menengah, risiko perubahan iklim, seperti potensi Elnino pada 2027–2028, dapat kembali memengaruhi tingkat produksi dan pasokan dunia.  

Sektor Pariwisata Dorong Permintaan

Di sisi lain, Krungsi menyebut salah satu sektor yang menggenjot permintaan gula adalah sektor pariwisata (tourism) karena mendorong permintaan makanan dan minuman. Pada 2026, pelemahan ekonomi akan mengakibatkan pertumbuhan wisatawan terbatas sehingga permintaan gula cenderung flat. Kendati demikian, lembaga riset asal Thailand tersebut meyakini sektor pariwisata akan pulih pada 2027–2028. 

Gabungan Produsen Makanan dan Minuman (Gapmmi) melaporkan industri mamin tumbuh 6,15% pada semester I/2025, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,12%. Sementara itu, per akhir 2025, Indonesia mencatat kunjungan wisatawan asing hampir 14 juta kunjungan, naik 10,44% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. 

Secara keseluruhan, laporan Krungsri menilai prospek pasar gula dinia 2026 akan ditandai dengan pasokan yang melimpah dan tekanan terhadap harga, di tengah perlambatan pertumbuhan permintaan. Meski sektor pariwisata dan industri mamin tetap menjadi penopang konsumsi gula, pemulihan permintaan global diprediksi akan bertahap dan baru akan terlihat pada 2027–2028.

(DAZ/NY)