Gapgindo: Dukungan Hulu Perkuat Produksi Gula Nasional

Gula 21 Jan 2026 79 kali dibaca
Gambar Artikel

LingkariNews – Berbagai dukungan pemerintah kepada petani tebu dan industri gula di dalam negeri berkontribusi positif terhadap produksi gula nasional pada tahun ini. Gabungan Produsen Gula Indonesia (Gapgindo) mencatat sejumlah program di sektor hulu berperan penting kenaikan produksi gula nasional dalam beberapa tahun terakhir.

Gapgindo menyampaikan produksi gula nasional pada 2025 mencapai 2,69 juta ton, meningkat dari tahunsebelumnya yang sebesar 2,47 juta ton. Kenaikan tersebut didorong oleh bertambahnya luas tanam tebu, sertaberbagai program pemerintah yang mendukung keberlanjutan budidaya tebu, meski cuaca masih menjadi tantangan yang memengaruhi produktivitas dan rendemen.

Ketua Gapgindo, Syukur Iwantoro menilai program pemerintah seperti bongkar ratoon, penyediaan benihunggul tebu, subsidi pupuk, serta subsidi bunga kredit untuk alat dan mesin pertanian (alsintan) merupakan faktor penting dalam menjaga kinerja produksi gula nasional.

“Dukungan-dukungan tersebut membantu petani meningkatkan efisiensi usaha tani sekaligus menekan biaya produksi di tengah fluktuasi harga input,” ungkap Syukur di Jakarta, Senin (19/1).

Selain itu, dengan menguatnya sektor hulu, produktivitas tebu juga diharapkan akan meningkat dalam jangka menengah. Dengan perbaikan praktik budaya, pemanfaatan teknologi, dan kebijakan pemerintah yang stabil dan suportif, produksi gula nasional pada tahun ini diprediksi berpotensi meningkat menjadi sekitar 2,8 juta ton, dengan asumsi kondisi iklim yang relatif normal.

Ke depannya, Gapgindo menilai kesinambungan dukungan pemerintah dan koordinasi antar pemangku kepentingan tetap dibutuhkan untuk menjaga tren positif produksi gula.

Kebijakan Stabil

Stabilitas kebijakan menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi gula di dalam negeri.Gapgindo menilai kepastian arah kebijakan, baik di sektor hulu maupun tata kelola pasokan akan memberikan ruang bagi petani dan pelaku industri untuk menyusun perencanaan usaha secara lebih efektif, khususnya dalam menghadapi tantangan cuaca yang merupakan tantangan utama dalam mengembangkan tebu.

‘’Kebijakan yang konsisten juga penting untuk menjaga keseimbangan antara produksi dan kebutuhankonsumsi nasional. Pertumbuhan produksi dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat petani maupunkonsumen, terutama pada periode-periode dengan permintaan tinggi, ujar Syukur.

Gapgindo berharap koordinasi lintas kementerian dan lembaga dapat terus diperkuat agar kebijakan yang diimplementasikan sejalan dan saling mendukung.

(DAZ/NY)