LingkariNews – Peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor krusial dalam mendukung terwujudnya swasembada gula yang berkelanjutan. Berbagai langkah strategis terus dilakukan untuk meningkatkan produktvitas gula, baik di sektor on farm (budidaya tanaman tebu) maupun off farm (pabrik gula).
Sebagai bentuk komitmen tersebut, PT Kebun Tebu Mas (KTM) dan PT Rejoso Manis Indo (RMI) menyelenggarakan pelatihan kerja bagi supervisor pabrik gula di perusahaan induknya, Mitr Phol Group, Thailand.
Komitmen Peningkatan Kompetensi
KTM dan RMI merupakan perusahaan gula di Jawa Timur yang menjalin kemitraan erat dengan petani tebu. Sebagai perusahaan pembimbing, keduanya aktif memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan keterampilan dan produktivitas petani tebu melalui pendekatan modern dan berbasis teknologi.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan memperkenalkan konsep modern farm beserta implementasinya di lahan perkebunan. Selain itu, perusahaan juga mengadakan studi banding ke pabrik gula di Thailand.
Program Pelatihan Intensif di Thailand
Sebanyak 20 petugas lapangan mengikuti pelatihan intensif selama tiga minggu, sejak 26 Januari–15 Februari 2026. Kegiatan mencakup pembelajaran di perkebunan tebu, kunjungan ke pusat riset dan pengembangan (resarch & development), serta magang langsung di lahan milik petani Thailand.
Pendekatan ini memberikan pengalaman praktik yang komprehensif, sehingga peserta dapat memahami penerapan teknologi secara nyata di lapangan.
Secara garis besar pelatihan mencakup:
Materi tersebut dirancang untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi produksi tebu secara berkelanjutan.
Agen Perubahan untuk Mendukung Swasembada Gula Nasional
Peserta pelatihan merupakan duta perusahaan yang diharapkan menjadi agen perubahan bagi petani tebu di Indonesia. Ilmu yang diperoleh selama pelatihan akan diterapkan dan dibagikan guna meningkatkan produktivitas serta daya saing industri gula nasional.
Menurut Padipat Namkhet, Sugarcane Director KTM dan RMI, program ini bertujuan membekali petugas lapangan dengan kompetensi budidaya tanaman tebu yang efektif dan efisien. Dengan demikian, mereka mampu membimbing petani dalam menerapkan teknologi pertanian modern di lingkungan pabrik KTM dan RMI.
Sebagai anggota Gabungan Produsen Gula Indonesia (Gapgindo), KTM dan RMI turut berperan aktif dalam mendukung kemajuan industri gula nasional melalui peningkatan kualitas SDM dan produktivitas tebu.
Pelatihan Supervisor Pabrik Gula KTM dan RMI di Mitr Phol Group Thailand menjadi langkah strategis dalam mendukung program swasemba gula nasional, sekaligus memperkuat kolaborasi internasional demi industri gula Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan.
(NY)