Penanaman Perdana Bongkar Ratoon 2026 Dimulai, PT KTM Jadi Pembimbing Program di Lamongan

Gula 03 Okt 2026 48 kali dibaca
Gambar Artikel Program bongkar ratoon 2026 di Lamongan

LingkariNews – Musim tanam tebu 2026 mulai berlangsung di Kabupaten Lamongan. Salah satunya ditandai dengan penanaman perdana Program Bongkar Ratoon di Desa Gampang Sejati, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, pada Kamis (1/10). 

Penanaman dilakukan oleh Kelompok Tani Sumber Mulyo Mutiara Abadi, yang juga dihadiri oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara serta didampingi Direktur PT Kebun Tebu Mas, Padipat Namkhet.

Pelaksanaan bongkar ratoon pada musim tanam 2026 pun mempertemukan sejumlah pihak, mulai Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, manajemen Pabrik Gula PT Kebun Tebu Mas (KTM), Bank Jatim Kabupaten Lamongan dan Mojokerto, pengusaha alat dan mesin pertanian, kepala desa, hingga petani tebu.

Bongkar Ratoon 1.385 Hektare

Realisasi program bongkar ratoon di Lamongan mencakup lahan seluas 1.385 hektare. Hingga 1 Oktober 2026, sebanyak 1.121,43 hektare di antaranya telah terealisasi, sementara lahan lainnya masih dalam proses. 

Program bongkar ratoon dan perluasan tanaman tebu sendiri telah berjalan sejak 2025 dan berlanjut pada 2026. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong swasembada gula nasional.

Di tengah pelaksanaannya, mekanisasi menjadi salah satu pendekatan yang digunakan untuk mengolah lahan dan menanam tebu.

Mekanisasi dan Persoalan Tenaga Kerja

Untuk pelaksanaan tahun ini, mekanisasi menjadi salah satu hal yang diterapkan dalam budidaya tebu. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Mugito, mengatakan penggunaan alat mesin pertanian dilakukan mulai dari pengolahan tanah, penanaman, hingga pemeliharaan.

Penanaman perdana secara mekanis ini menjadi yang pertama dilakukan dalam Program Bongkar Ratoon di Lamongan. Adapun varietas tebu yang ditanam adalah Panjalu.

Penggunaan mesin dalam penanaman tebu tidak hanya berkaitan dengan proses tanam. Bagi petani, mekanisasi juga berkaitan dengan waktu pengerjaan lahan dan ketersediaan tenaga kerja.

Hal itu disampaikan Ketua Kelompok Tani Sumber Mulyo Mutiara Abadi, Septi Wahyu Krisdianto. Ia sebelumnya mempelajari budidaya tebu di Thailand dan menilai model penanaman menggunakan mesin dapat diterapkan di kebun tebu.

“Model penanaman dengan menggunakan mekanisasi perlu diterapkan, karena akan mempercepat pekerjaan kebun dan dapat mengatasi kesulitan tenaga kerja,” ujar Septi.

Penggunaan cane planter dalam penanaman perdana di Laren menjadi salah satu contoh penerapan mekanisasi pada musim tanam tebu 2026 di Lamongan.

PT KTM Dampingi Program Bongkar Ratoon

Sebagai salah satu pihak yang terlibat dalam pelakasaan bongkar ratoon, PT KTM menjadi perusahaan pembimbing selama program berlangsung di Lamongan.

PT KTM merupakan bagian dari Mitr Phol Group, perusahaan asal Thailand yang bergerak di bidang produksi gula dan bioenergi. Di Indonesia, perusahaan tersebut juga tergabung dalam Gabungan Produsen Gula Indonesia (GAPGINDO), asosiasi perusahaan gula yang bergerak dalam industri gula nasional.

(NY)

Berita Terpopuler

1
Indonesia Penghasil Sampah Terbesar Ke-5 Dunia: Produksi dan Jenis-Jenisnya
2
Kepolisian Ungkap Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto, Kerugian Negara Ditaksir Capai Rp1 Triliun
3
Perkembangan Industri Gula Tahun 2020 hingga 2025
4
Penyebab Banjir dan Longsor di Sumatera: Bencana Alam atau Kerusakan Alam?
5
Warga Sukatani Tolak Proyek Geotermal Gunung Gede Pangrango

Grafik Harga Gula

Raw Sugar: -
-
White Sugar: -
-
White Sugar: -
-