Mentan Pastikan Stok Beras Cukup Penuhi Kebutuhan Ramadan dan Lebaran 2026

Ekonomi Pertanian 24 Des 2025 220 kali dibaca
Gambar Artikel

LingkariNews Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) cukup untuk memenuhi kebutuhan beras nasional hingga Ramadan dan Lebaran 2026. Pernyataan itu disampaikan dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Kementerian Pertanian 2025, Senin (22/12/2025). Data Perum Bulog mencatat, stok beras per 22 Desember 2025 mencapai 3,5 juta ton. Ini merupakan stok cadangan terbesar sepanjang sejarah. 

“Sekarang tanpa impor, stok kita 3,5 juta ton. Itu tertinggi sepanjang sejarah. Beras kita surplus. Jadi tidak ada masalah sampai Ramadan. Tidak ada masalah. Semua aman,” ujar Mentan Amran.

Cadangan Beras Nasional Cukup Untuk Lima Bulan Kedepan

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkirakan stok beras nasional pada akhir 2025 bisa mencapai 12,5 juta ton. Angka tersebut sudah termasuk cadangan yang tersimpan di Bulog. Disisi lain, kebutuhan konsumsi beras nasional per bulan ada di kisaran 2,5 juta ton. 

Dengan perhitungan tersebut, cadangan beras yang ada seharusnya mampu mencukupi kebutuhan konsumsi nasional hingga Mei 2026. Kondisi ini menjadi angin segar dalam menghadapi momen Ramadan dan Lebaran yang diperkirakan jatuh pada 19–20 Maret 2026. 

Mentan Ingatkan Tidak Ada Permainkan Harga Beras

Dengan tercukupinya kebutuhan beras selama masa Ramadhan dan Lebaran 2026, Mentan Amran mengingatkan pelaku usaha agar tidak memainkan harga beras di masyarakat. "Aku minta sekali lagi. Jangan. Masak kita memanfaatkan keadaan, mau Natal, kita jaga sampai tahun baru. Kemudian menuju Ramadan kita jaga. Tidak ada alasan. Sekarang stok Cukup, lebih dari cukup," tukasnya.

Selama ini, harga beras kerap dikerek naik setiap memasuki ramadan dan menjelang lebaran. Pada tahun 2025 misalnya, berdasarkan data BPS harga beras grosir pada April 2025 naik 1,12 persen dari bulan Februari 2025. Di tingkat eceran, harga beras juga naik 0,55 persen menjadi Rp14.795 per kilogram dibanding bulan sebelumnya. Selain karena permintaan yang meningkat tajam, keterbatasan stok beras di gudang juga kerap jadi alasan naiknya harga beras menjelang lebaran.

Namun situasi kali ini dinilai berbeda. Cadangan beras yang ada diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama momen Ramadan dan Lebaran 2026, sehingga lonjakan harga beras seharusnya tidak terjadi. “Tidak ada alasan untuk impor. Sekarang stoknya cukup, bahkan lebih dari cukup. Kalau dulu ada alasan. Stok di gudang hanya 800 ribu ton atau 500 ribu ton. Sekarang 3,5 juta ton,” kata Mentan Amran.

Pengadaan dan Distribusi Beras Selama 2025

Sejak awal tahun, pengadaan beras oleh Bulog telah mencapai 3,425 juta ton. Jumlah itu terdiri dari CBP sebesar 3,185 juta ton, dan beras komersial 238,7 ribu ton. Dengan capaian tersebut, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan stok beras disebut berada di level yang sangat baik. “Bapanas telah memastikan kalkulasi ketersediaan beras secara nasional berada dalam tingkat yang sangat baik sampai akhir tahun 2025 ini,” kata Mentan Amran.

Sepanjang 2025, Bulog juga aktif menyalurkan beras ke masyarakat. Tercatat, sebanyak 1,548 juta ton beras sudah disalurkan ke masyarakat. Proses distribusi beras direalisasikan melalui berbagai skema seperti bantuan pangan beras, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras, serta bencana dan keadaan darurat. Langkah ini menjaga pasokan tetap mengalir ke masyarakat. Di saat yang sama, stok beras tetap terjaga di level aman. Keseimbangan pengadaan dan penyaluran menjadi kunci stabilitas pangan nasional.

(KP/NY)