Mangga Dalban dari Muaragembong: Varietas Mangga Pesisir Bekasi yang Kini Resmi Diakui

Pesisir 21 Apr 2026 21 kali dibaca
Gambar Artikel Ilustrasi pohon mangga dalban

LingkariNews – Di pesisir utara Kabupaten Bekasi, tepatnya di kawasan Muaragembong, terdapat varietas unggulan lokal yang dikenal sebagai mangga dalban. Buah ini menjadi satu komoditas unik karena mampu tumbuh di lingkungan pesisir yang umumnya tidak ideal untuk tanaman buah.  

Keunikan Mangga Dalban di Wilayah Pesisir 

Wilayah pesisir identik dengan kondisi tanah yang payau, berlumpur, serta dipengaruhi pasang surut air laut. Secara umum, kondisi tersebut kurang mendukung untuk budidaya tanaman buah.

Namun siapa sangka, mangga dalban Muaragembong justru mampu beradaptasi dengan baik. Bahkan, buahnya dikenal memiliki ukuran lebih besar dibandingkan mangga pada umumnya. Keunikan ini menjadikan mangga dalban sebagai varietas yang berbeda dan menarik perhatian. 

Mulanya, mangga ini hanya dikenal secara lokal dan dibudidayakan secara turun-temurun oleh masyarakat pesisir.  

Dari Temuan Lokal Menjadi Varietas Resmi 

Keberadaan mangga dalban mulai mendapat perhatian setelah informasi mengenai mangga ini sampai kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bekasi. Hal tersebut kemudian ditindaklanjuti, setelahnya dilakukan pengecekan lapangan untuk memastikan karakteristik dan potensinya. 

Hasil pengecekan menunjukkan bahwa mangga dalban bukan sekadar tanaman yang tumbuh liar, melainkan telah lama dibudidayakan oleh masyarakat dan memiliki potensi nilai ekonomi yang tinggi. Temuan ini kemudian mendorong proses pendaftaran mangga dalban sebagai varietas lokal.

Pada 24 Januari 2023, usulan yang diajukan oleh pemerintah setempat kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian disetujui. 

Mangga Dalban atau Mangga Dalban Daram dari Bekasi ini kemudian resmi mendapatkan sertifikat varietas lokal dengan Nomor 1978/PVL/2023. Dengan pengakuan tersebut, mangga ini ditetapkan sebagai milik masyarakat di wilayah tekait sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Karakteristik dan Adaptasi 

Secara ilmiah, manga dalban termasuk dalam spesies Mangifera indica. Tanaman ini mampu beradaptasi dan tetap tumbuh pada kondisi tanah pesisir yang memiliki salinitas tinggi serta karakter tanah berlumpur.  

Kondisi tanah dengan kadar garam yang tinggi umumnya menjadi tantangan bagi banyak tanaman buah. Akan tetapi, mangga dalban justru mampu bertahan dan tetap menghasilkan buah dengan baik. Buahnya tumbuh besar dengan rasa manis khas, menjadikannya berbeda dari mangga pada umumnya.

Potensi Ekonomi dan Pengembangan

Mangga dalban memiliki nilai potensi ekonomi yang menjanjikan. Selain dibudidayakan di Muaragembong, tanaman ini berpeluang dikembangkan di wilayah lain dengan kondisi serupa. 

Keunggulan seperti ukuran buah yang besar, rasa manis, serta status resmi sebagai varietas lokal membuat mangga ini berpotensi menjadi komoditas unggulan daerah. Pengembangan yang berkelanjutan diharapkan dapat mendukung sektor pertanian lokal sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. 

Dari yang awalnya hanya dikenal sebagai buah lokal di pesisir, kini mangga dalban telah resmi diakui sebagai varietas lokal. Lebih dari sekedar buah, mangga ini menjadi simbol adaptasi lingkungan, kearifan lokal, dan peluang ekonomi dari wilayah pesisir. 

(NY)

Sumber

https://www.bekasikab.go.id/dalban-daram-resmi-menjadi-buah-mangga-khas-kabupaten-bekasi