PT MSM Mulai Musim Giling Tebu 2026, Targetkan Produktivitas 65 Ton per Hektare

Gula 22 Jul 2026 18 kali dibaca
Gambar Artikel PT MSM menggelar Syukuran Panen dan Giling Tebu pada Senin (13/7).

LingkariNews – PT Muria Sumba Manis (MSM) resmi mengawali musim produksi tebu 2026 melalui kegiatan Syukuran Panen dan Giling Tebu yang digelar di Desa Wanga, Kecamatan Umalulu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (13/7/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya musim giling sekaligus bentuk rasa syukur atas dimulainya periode produksi tahun ini. Sebagai perusahaan tebu dan pabrik gula modern pertama di NTT, MSM juga menegaskan komitmennya untuk berkontribusi terhadap ketahanan dan swasembada gula nasional. 

Acara tersebut turut dihadiri Bupati Sumba Timur beserta jajaran Pemerintah Daerah, Danbrigif TP 42/Ksatria Elang Floris, Danyonif dan Wadanyon TP 876/Palatana, tokoh adat, manajemen dan karyawan MSM, serta perwakilan masyarakat setempat.

Panen dan Giling Tebu 2026 Dimulai

Rangkaian kegiatan diawali dengan seremoni pemotongan tebu secara simbolis dan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur. Prosesi dilanjurkan dengan memasukkan batang tebu pertama ke konveyer (auxiliary cane carrier) yang menandai dimulainya proses penggilingan tebu. 

Setelah seremoni, Bupati Sumba Timur bersama jajaran manajemen MSM meninjau area pabrik untuk melihat langsung proses pengolahan tebu menjadi gula sekaligus memastikan kesiapan operasional menghadapi musim giling 2026. 

Managing Director MSM, Budi Hediana, mengatakan perusahaan menerapkan sistem panen dan penggilingan pada hari yang sama untuk menjaga kualitas tebu dan meningkatkan rendemen gula. Pada musim produksi tahun ini, luas area panen meningkat dari 3.000 hektare menjadi 4.000 hektare. 

MSM menargetkan produktivitas tebu mencapai 65 ton per hektare dengan rendeman gula sebesar 9,5 persen.

Budi Hediana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan mendukung dimulainya musim giling 2026. Ia mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan untuk memastikan kegiatan operasional berjalan aman, produktif, dan berkelanjutan.

“Musim giling tahun ini merupakan tonggak penting bagi MSM. Kami tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas produksi gula, tetapi juga memastikan seluruh operasional berjalan dengan aman dan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan. Kami juga ingin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumba dengan kembali melibatkan tenaga kerja lokal di seluruh rangkaian proses panen dan giling,” ujar Budi Hediana.

Tingkatkan Penerapan K3 dan Libatkan Tenaga Kerja Lokal

Untuk mendukung kelancaran musim giling, MSM juga melakukan berbagai persiapan, termasuk apel kesiapsiagaan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Perusahaan turut bekerja sama dengan Satlantas Polres Sumba Timur dalam menggelar sosialisasi keselamatan berkendara. Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan pengemudi truk pengangkut tebu dari berbagai vendor yang terlibat dalam operasional perusahaan. 

“Langkah ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan meningkatkan keselamatan lau lintas. Kami mengapresiasi dukungan BPBD Sumba Timur, Polres Sumba Timur, Yonif TP 876, tokoh masyarakat, serta para kepala desa di sekitar perkebubunan PT Muria Sumba Manis (MSM) sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik,” katanya. 

Selain memperkuat aspek keselamatan, MSM juga menambah armada angkutan dan merekrut tenaga sopir untuk mendukung kegiatan operasional musim giling. Perusahaan tetap memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus memperkuat penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta keselamatan lalu lintas bagi armada pengangkut tebu.

Hormati Kearifan Lokal Sumba Timur

Komitmen MSM dalam menjalankan kegiatan perusahaan juga diwujudkan melalui penghormatan terhadap nilai dan budaya masyarakat setempat. 

Sebelum musim giling dimulai, tepatnya 9 Juli 2026, MSM bersama wunang dan tokoh masyarakat adat melaksanakan ritual Hamayang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menghormati nilai-nilai budaya Sumba Timur dalam pelaksanaan kegiatan operasionalnya.

“Pelaksanaan ritual ini mencerminkan komitmen kami terhadap nilai Grow in Harmony dengan menghargai dan mengintegrasikan kearifan lokal dalam setiap aktivitas perusahaan,” jelasnya.

Dorong Kemitraan Tebu untuk Dukung Swasembada Gula

Selain meningkatkan produksi perkebunan yang dikelola perusahaan, MSM juga mengajak masyarakat Sumba Timur untuk mengembangkan budidaya tebu melalui pola kemitraan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pengembangan tebu sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mencapai swasembada gula nasional.

Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, mengapresiasi dimulainya panen dan giling perdana tebu PT MSM pada 2026. Menurutnya, keberhasilan perusahaan memasuki musim panen keempat menunjukkan komitmen dalam mengembangkan pekebunan tebu di Sumba Timur sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, akan terus mendukung pengembangan industri gula dan investasi yang memberikan manfaat bagi daerah. Peningkatan luas panen dan produktivitas, serta berbagai program pengembangan yang dijalankan perusahaan, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

“Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menyambut baik dimulainya musim panen dan giling tahun ini. MSM merupakan investasi penting yang membuka lapangan kerja serta berkontribusi melalui berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan infrastruktur,” ujar Bupati.

Dengan dimulainya musim panen dan giling tebu 2026, PT MSM optimistis dapat mencapai target produksi secara optimal. PT MSM yang juga merupakan anggota Gabungan Produsen Gula Indonesia (GAPGINDO) berkomitmen untuk terus memperkuat perannya dalam pengembangan industri gula serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Timur.

(NY) 

Berita Terpopuler

1
Indonesia Penghasil Sampah Terbesar Ke-5 Dunia: Produksi dan Jenis-Jenisnya
2
Kepolisian Ungkap Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto, Kerugian Negara Ditaksir Capai Rp1 Triliun
3
Perkembangan Industri Gula Tahun 2020 hingga 2025
4
Penyebab Banjir dan Longsor di Sumatera: Bencana Alam atau Kerusakan Alam?
5
Warga Sukatani Tolak Proyek Geotermal Gunung Gede Pangrango

Grafik Harga Gula

Raw Sugar: -
-
White Sugar: -
-
White Sugar: -
-