Petani Tebu Blitar Dukung Percepatan Infrastruktur untuk Capai Swasembada Gula Nasional

Gula 31 Mei 2026 67 kali dibaca
Gambar Artikel Deklarasi petani tebu Blitar

LingkariNews – Petani tebu di Kabupaten Blitar mendeklarasikan dukungan terhadap percepatan program infrastruktur untuk pencapaian swasembada gula nasional. Deklarasi tersebut disampaikan dalam pembukaan musim giling 2026 PT Rejoso Manis Indo (RMI)–Mitr Phol Group, perusahaan anggota Gabungan Produsen Gula Indonesia (GAPGINDO), pada Jumat (30/5). 

Melalui deklarasi tersebut, para petani menyampaikan aspirasi kepada pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan memperkuat kebijakan yang mendukung peningkatan produktivitas tebu. Langkah tersebut dinilai penting guna memperkuat daya saing industri gula nasional sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada gula nasional.

Petani tebu Blitar menilai daerah mereka memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penopang utama swasembada gula nasional. Hal itu tercermin dari meningkatnya luas areal tanam, produktivitas lahan, serta jumlah petani yang terlibat dalam budidaya tebu dalam beberapa tahun terakhir.

Para petani juga mengapresiasi kemitraan yang dijalankan PT RMI–Mitr Phol Group. Menurut mereka, kepastian pembelian hasil panen, transparansi harga, serta sistem pembayaran yang akuntabel telah memberikan kepastian usaha dan mendorong peningkatan produksi tebu di tingkat petani.

Infrastruktur Jadi Aspirasi Utama Petani 

Dalam deklarasinya, petani menyampaikan sejumlah harapan kepada pemerintah pusat untuk memperkuat ekosistem industri gula nasional. Salah satu aspirasi utama adalah percepatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan serta jembatan yang menghubungkan sentra produksi tebu dengan pabrik gula.

Petani secara khusus menyoroti pentingnya perbaikan jalur Brongkos–Jalan Lintas Selatan (JLS). Infrastruktur yang memadai dinilai dapat memperlancar distribusi tebu, menekan biaya logistik, serta meningkatkan efisiensi rantai pasok industri gula.

Selain infrastruktur, petani juga mendorong adanya kebijakan harga tebu yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga keberlanjutan industri gula nasional. Mereka berharap pemerintah memperluas akses pembiayaan alat dan mesin pertanian (alsintan), mempermudah distribusi pupuk subsidi maupun non-subsidi dengan harga terjangkau, serta memastikan ketersediaan bibit tebu unggul yang sesuai dengan kondisi agroklimat setempat. 

Petani juga mengharapkan penguatan program pendampingan dan pembinaan guna meningkatkan produktivitas lahan dan kualitas hasil panen. Selain itu, mereka meminta pemerintah terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada petani tebu dan industri gula berbasis tebu nasional.

Dukugan Infrastruktur Dinilai Mampu Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Ketua Patani (Pandu Tani) Indonesia, Sarjan Tahir, menyambut positif deklarasi yang disampaikan para petani tebu Blitar. Menurutnya, perkembangan sektor tebu di Blitar menunjukkan tren yang sangat positif dan menjadikan daerah tersebut sebagai salah satu sentra tebu yang penting di Indonesia.

Ia menilai keberadaan pabrik gula telah menjadi penggerak utama perekonomian daerah. Karena itu, dukungan infastruktur yang memadai diperlukan agar manfaat ekonomi yang diterima petani semakin meningkat.

Menurut Sarjan, aspirasi petani tersebut sejalan dengan arahan Menteri Koordinator Bidang Infastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait pentingnya pembangunan konektivitas dan infrastruktur terintegrasi untuk mendukung swasembada pangan serta pertumbuhan ekonomi daerah. Hal tersebut juga sejalan dengan  Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk mendukung swasembada pangan dan energi.

Ia menyatakan akan berkoordinasi dengan kementerian terkait agar dukungan pemerintah pusat dapat hadir secara optimal di wilayah Blitar. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga berpotensi mendorong pengembangan sektor lain seperti pariwisata dan usaha ekonomi masyarakat.

“Harapannya, petani dapat merasakan langsung manfaat pembangunan infrastruktur melalui peningkatan produktivitas, efisiensi distribusi, dan kesejahteraan yang lebih baik,” ujarnya.

PT Rejoso Manis Indo Resmi Memulai Musim Giling 2026

Deklarasi petani menjadi bagian dari rangkaian Opening Ceremony Crushing Season 2026 PT RMI–Mitr Phol Group yang dikemas melalui tradisi “Manten Tebu”. Tradisi tersebut menjadi simbol dimulainya operasional musim giling tahun 2026 sekaligus mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi gula nasional.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen perusahaan, petani mitra, pemangku kepentingan, serta perwakilan pemerintah daerah.

Pada musim giling tahun ini, PT RMI menargetkan pengolahan tebu petani mencapai 1,55 juta ton dengan tingkat rendeman sekitar 8 persen. Untuk mendukung target tersebut, perusahaan telah menyiapkan kapasitas giling sebesar 10.000 TCD (ton cane per day) dan menargetkan produksi gula kristal putin sebanyak 128.000 ton.

Sebagai anggota GAPGINDO, PT RMI menilai peningkatan produktivitas tebu petani dan efisiensi operasional insdustri merupakan faktor penting dalam mendukung target swasembada gula nasional. Karena itu, perusahaan terus memperkuat kolaborasi dengan petani dan berbagai pemangku kepentingan guna meningkatkan pasokan bahan baku serta produktivitas gula dalam negeri.

Target musim giling 2026 tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat daya saing industri gula nasional, dan berkontribusi terhadap pencapaian swasembada gula nasional.

Melalui pembukaan musim giling 2026, PT RMI–Mitr Phol Group menegaskan optimisme terhadap kelancaran operasional tahun ini sekaligus memperkuat komitmen kolaborasi antara perusahaan, petani, dan pemerintah dalam mewujudkan kemandirian gula Indonesia. 

(NY)

 

Berita Terpopuler

1
Indonesia Penghasil Sampah Terbesar Ke-5 Dunia: Produksi dan Jenis-Jenisnya
2
Kepolisian Ungkap Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto, Kerugian Negara Ditaksir Capai Rp1 Triliun
3
Perkembangan Industri Gula Tahun 2020 hingga 2025
4
Penyebab Banjir dan Longsor di Sumatera: Bencana Alam atau Kerusakan Alam?
5
Indonesia Penyumbang Sampah Laut Terbesar Kedua Dunia

Grafik Harga Gula

Raw Sugar (sen/lb)
White Sugar (USD/ton)
White Sugar (sen/lb)